Thu. May 23rd, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

China Bahagia Bisa Dapatkan Sishanud S-400 Triumf dari Rusia

2 min read
S-400Istimewa

ANGKASAREVIEW.COM – Militer China mengaku bahagia bisa mendapatkan sistem pertahanan udara (sishanud) S-400 Triumf (NATO: SA-21 Growler) dari Rusia. Senjata andalan untuk melumat berbagai sasaran udara jarak jauh ini diakuinya sangat mengagumkan.

Pernyataan tersebut dikutip Kantor Berita Rusia, TASS, dari sumber diplomat militer China, Kamis.

Seperti diketahui, China telah menuntaskan pengujian kedua atau uji terakhir penembakan S-400 pada Desember lalu di suatu wilayah tempat latihan militernya.

“Rudal 48N6E yang ditembakkan dari sishanud S-400 meluncur dan mengenai sasaran target bergerak menyerupai pesawat yang terbang dengan kecepatan 600 meter per detik,” jelas sang sumber.

Target itu, lanjutnya, dihancurkan pada jarak 250 km dari posisi S-400.

Dalam pemberitaan yang ditulis TASS terdahulu, pengujian pertama S-400 dilakukan oleh China pada awal Desember 2018. S-400 kala itu berhasil menggasak sebuah target rudal balistik berkecepatan 3 km/detik. Target tersebut juga dihancurkan pada jarak 250 km.

Atas kesuksesan uji coba penembakan S-400 yang dilaksankaan oleh Angkatan Bersenjata China, Negeri Tirai Bambu mengaku kalau sistem persenjataan ini sangat mengagumkan.

“Kami menilai bahwa sistem S-400 saat ini tidak dapat tertandingi oleh sistem persenjataan lain di kelasnya,” tambah sumber tadi.

S-400Sputnik

China menjadi salah satu pengguna S-400 Triumf di luar Rusia dengan membeli dua set resimen sishanud ini. Pengiriman satu set resimen pertama S-400 telah diselesaikan Rusia kepada China pada Mei 2018.

Rusia menyatakan, sishanud jarak jauh S-400 mampu menghancurkan sasaran hingga jarak 400 km. Sementara ketinggian target yang dapat dijangkau mencapai 30 km.

S-400 dirancang oleh Biro Desain Almaz-Antey dan mulai digunakan oleh Angkatan Bersenjata Rusia sejak 2007.

Selain China, Arab Saudi, Turki, dan India adalah negara lain yang akan mendapatkan pengiriman S-400 dari Rusia sesuai kontraknya masing-masing.

Sementara negara lain yang disebut-sebut telah mengoperasikan S-400 adalah Aljazair dan Belarusia.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *