Yokosuka MXY-7 Ohka, Pesawat Bunuh Diri Penghancur Armada Sekutu di Okinawa

OhkaWW II Files

ANGKASAREVIEW.COM– Pada Perang Dunia II pernah berlangsung pertempuran sengit antara pasukan Jepang melawan pasukan Sekutu di Okinawa (April-Juni 1945). Pertempuran Okinawa ini merupakan salah satu perang di era itu yang terbilang brutal dan habis-habisan. Pada dasarnya, perang memang merupakan kegiatan yang sangat mengerikan karena menjadi ajang saling antar nyawa ke alam baka.

Bagi Jepang, Pulau Okinawa merupakan pertahanan terakhir. Sementara bagi Sekutu, Okinawa merupakan pintu gerbang untuk memasuki daratan Jepang.

Kekuatan militer yang dikerahkan Sekutu untuk merebut Okinawa yang dipertahankan secara mati-matian oleh pasukan Jepang, terbilang sangat besar. Khususnya dalam hal pengerahan kapal perang dan pesawat tempur.

Untuk merebut Okinawa ini, armada laut Sekutu yang tergabung dalam 5th Fleet dan dipimpin oleh Laksamana Raymond A. Spruance, sampai mengerahkan ribuan kapal perang beragam jenis.

Kapal perang yang dikerahkan Sekutu ke perairan Okinawa, antara lain terdiri dari 40 carrier (pembawa pesawat), 18 kapal perang permukaan, 200 kapal perusak, ratusan kapal pendukung, 365 kapal pendarat amfibi, dan lainnya. Jika dihimpun, total kapal perang yang dikerahkan Sekutu sekitar 1.300 unit.

Sementara Jepang, juga menyiapkan kekuatan yang maksimal. Termasuk di dalamnya adalah pesawat untuk melaksanakan tindakan kamikaze alias serangan bunuh diri.

Berkumpulnya ribuan kapal perang Sekutu, ternyata malah menjadi sasaran empuk bagi para pasukan kamikaze Jepang.

Kamikaze

Untuk menggempur Armada Laut Sekutu yang kini telah mengepungnya, komandan pasukan Jepang yang bertanggungjawab mempertahankan Okinawa, Letjen Mitsuru Ushijima, menyiapkan serangan kamikaze secara khusus.

Pesawat-pesawat kamikaze yang dioperasikan untuk mempertahankan Okinawa berasal Japan Army Air Force 6th yang dikomandani oleh Vice Admiral Ugaki.

Pesawat kamikaze yang dirancang khusus ini adalah pesawat bertenaga roket, yaitu Yokosuka MXY-7 Ohka. Pesawat ini dipenuhi bom seberat 1.800 kg dan diluncurkan dari pesawat pembom yang membawanya ke udara.

Ketika sudah dilepaskan dari pesawat pembom dan melaju dalam kecepatan tinggi menggunakan mesin roketnya, pilot Ohka akan mengarahkan pesawat yang ditumpanginya ke targetnya.

OhkaWW II Files

Serangan kamikaze melibatkan delapan Ohka terjadi pada 21 Maret 1945.

Di luar delapan yang melakukan serangan, Jepang masih mengerahkan pesawat-pesawat lainnya termasuk 80 pesawat kamikaze dan 100 pesawat tempur pengawal.

Teknik untuk meluncurkan Ohkayang dibopong oleh bomber Mitsubishi G4M2 terbilang cukup sulit. Ketika bomber terbang pada ketinggian 6.000 meter dan jarak ke sasaran sekitar 18 km, Ohkabaru dirilis dari udara. Untuk merlepaskan Ohka, kru teknik yang berada di pesawat bomber harus bekerja penuh konsentrasi.

Saat Ohkasudah dilepas dan mesin roketnya mulai menyala, pesawat bomber pun cepat-cepat pergi menjauh menuju ketinggian dan kemudian mengamati apakah sasaran yang dihantam Ohka dengan pilot kamikaze di dalamnya itu tepat terhantam atau justru meleset.

KamikazeWW II Files

Jika sasaran terkena, bom yang dibawa Ohkaakan meledak dan gumpalan asapnya bisa disaksikan oleh para awak di pesawat pembom.

Dari delapan Ohka yang dikerahkan kali itu, semua meluncur dengan mulus dan menghancurkan sasarannya. Namun, tujuh pesawat pembom yang membawa Ohka berhasil ditembak jatuh oleh Sekutu dan hanya satu unit yang berhasil pulang ke pangkalan dengan selamat.

Serangan kamikaze yang dilancarkan dari tanggal 18-21 Maret itu cukup sukses karena berhasil  menghancurkan empat kapal induk Sekutu, yakni  USS Enterprise, USS Yorktown, USS Intrepid, dan USS Franklin.

A Winardi

Bagikan ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!