Vietnam War: Ketika Pasukan Mobil Udara AS Dibuat Babak Belur oleh Gerilyawan Viet Cong

Foto-foto: Vietnam War

ANGKASAREVIEW.COM – Pertempuran yang melibatkan Divisi Kavaleri Amerika Serikat di Vietnam merupakan perang yang sangat dahsyat dan menimbulkan banyak korban jiwa. Salah satu Divisi Kavaleri AS yang bertempur di Vietnam dan meninggalkan kisah legendaris adalah Divisi Kavaleri ke-1 (1st Cavalry Division).

1st Cavalry Division yang bermarkas di Fort Berning, AS mendapat perintah untuk bertempur di Vietnam tanggal 28 Juli 1965.

Kekuatan yang dikerahkan terdiri dari 16.000 personel, 470 pesawat tempur berbagai jenis seperti heli  CH-47 Chinook, OV-1 Mohawk, CH-54 Flying Crane, UH-1, OH-13, dan lainnya.

Operasi tempur 1st Cavalry Division di Vietnam merupakan operasi mobil udara, yakni pasukan lebih banyak diterjunkan dengan helikopter ke medan laga dan didukung oleh gempuran artleri maupun meriam dari ratusan heli serbu.

Ribuan pasukan 1st Cavalry Division dikirim ke Vietnam dengan kapal-kapal angkut yang memakan waktu sebulan.

Selama dalam perjalanan, semua pasukan mendapat latihan tambahan yaitu teknik perang hutan, antigerilya, dan ketangguhan fisik agar begitu mendarat di Vietnam mereka betul-betul sanggup bertempur secara profesional.

Setelah mendarat di Vietnam dan membangun pangkalan, 1st Cavalry Division pada 10 Oktober 1965 untuk pertama kalinya mendapat perintah bertempur melawan tentara Vietnam Utara dan gerilyawan Viet Cong.

ist cavalry

Operasi tempur yang melibatkan 1st dan 2nd Battalion 7th Cavalry, 1st Squadron 9th Cavalry, 1st Battalion 12th Cavalry, 1st Battalion, dan 21st Cavalry itu dinamai dengan Operation Shiny Bayonet.

Pada minggu pertama bertempur, ribuan pasukan 1st Cavalry Division yang sering disebut First Team ini sempat dibuat frustasi. Sebabnya, karena Viet Cong hanya menerapkan taktik perang gerilya, hit and run sehingga segenap potensi kemampuan belum bisa digunakan.

Pertempuran yang sebenarnya baru berlangsung pada 23 Oktober ketika 9th Cavalry bertemu dengan pasukan Viet Cong dan Vietnam Utara, NVA 33rd di kawasan hutan lebat Plei Me.

Dalam pertempuran sengit itu 9th berhasil menghancurkan resimen NVA 33rd.

Pada tanggal 9 November, giliran 3th Brigade, 7thCavalry dan 1st Battalion bertempur melawan Viet Cong di Ia Drang Valley dan Pleiku.

Serbuan mobil udara itu berlangsung sengit. Selain didukung gempuran artleri, heli serbu, bombardemen oleh pesawat B-52, juga berlangsung pertempuran satu lawan satu dengan bayonet selama lima hari.

Perang Vietnam

Perang sengit yang memakan banyak korban itu berakhir setelah tiga resimen Viet Cong yang bertahan berhasil dihancurkan oleh 1stCavalry. Tapi 1stCavalry harus membayar mahal karena lebih dari 300 prajuritnya tewas.

Memasuki tahun 1966, perang yang dihadapi oleh 1stCavalry makin sengit. Pada tanggal 28 Januari 1stCavalry melancarkan Operation Masher yang melibatkan 3rdBrigade.

Dalam pertempuran di kawasan Bong San, 3rdBrigade mendapat perlawanan hebat dari Viet Cong dan dalam minggu pertama Operation Masher sebanyak 77 personil 3rdgugur.

Operation Masher berakhir setelah dua batalyon Viet Cong berhasil dihancurkan. Sebanyak 1350 personil Viet Cong tewas.  Tanggal 7 Februari, 1stCavalry melancarkan misi tempur search and destroylewat operasi bersandi White Wing.

Satuan yang diterjunkan antara lain, 1stBrigade, 1stdan 2ndBattalion, 5thCavalry, dan 2ndBrigade.  Pasukan gabungan itu melancarkan pengepungan terhadap posisi pasukan Viet Cong di kawasan lembah yang dikenal dengan nama Iron Triangle.

Perlu waktu 4 hari untuk menghancurkan kekuatan musuh bagi satuan-satuan 1stCavalry.  Kekuatan pasukan Viet Cong di Iron Triangle akhirnya berhasil ditumpas setelah dihujani gempuran artleri dan bombardemen udara oleh armada B-52.

Operasi White Wing terus dilanjutkan  secara gencar hingga memasuki bulan Maret yang juga merupakan bulan terakhir bagi operasi tempur bersandi  search and destroy itu.

Viet Cong

Pada minggu pertama bulan Maret, selama enam hari pertempuran satuan-satuan 1stCavalry sukses menggulung kekuatan Viet Cong di kawasan Propinsi Binh Dinh. Keberhasilan operasi di Binh Dinh menandai berakhirnya Operasi White Wing.

Setelah beristirahat sekitar sebulan, memasuki Mei satuan-satuan 1stCavalry kembali diterjunkan ke medan laga.  Operasi bersandi “Crazy Horse” itu  tetap bermoto search and destroy dengan sasaran kawasan bukit dan berhutan lebat yang membentang antara Suoi Ca serta Vinh Thanah.

Pasukan Viet Cong membangun pertahanannya di balik rumput gajah yang lebat dan mempunyai diameter ketinggian di atas manusia sehingga sulit terdeteksi.

Umumnya jika konsentrasi persembunyian Viet Cong diketahui, 7thCavalry langsung menghujani dengan tembakan artleri didukung, tembakan roket, pemboman oleh pesawat F-4 dan B-52.

Sedangkan sisa-sisa pasukan Viet Cong yang berusaha melarikan diri akan disergap oleh personel 1stCavalry dengan senjata-senjata perorangan.Hingga akhir tahun 1966, 1stCavalry terus membukukan keberhasilannya dalam sejumlah operasi seperti Thayer I dan Thayer II.

Tapi menjelang akhir tahun 1stCavalry dikejutkan oleh serangan Viet Cong yang dilancarkan secara mendadak.  Serangan yang dilancarkan dua hari setelah perayaan Natal itu, 27 Desember pukul 01.05, membuat sejumlah satuan 1stCavalry yang sedang bertugas kocar-kacir.

Dalam serangan yang sengaja memanfaatkan kelengahan lawan itu, Viet Cong mengerahkan satuan 22ndRegiment dan 3rdNorth Vietnamese Army.

Gempuran yang mengandalkan ribuan gelombang manusia itu juga didukung oleh persenjataan berat seperti meriam 82 mm, mortir 60 mm, senapan mesin caliber 57 mm, dan senapan mesin dalam jumlah besar.

Satuan-satuan 1stCavalry yang sedang bertugas seperti 1stBattalion, 12thCavalry, 2ndBattalion, 19thArtillery and Battery C, 6thBattalion, 16thArtillery, dan lainnya berusaha keras  membangun perimeter agar tak bisa ditembus pasukan Viet Cong.

Perang Vietnam

Namun, serbuan Viet Cong terlalu kuat dan berhasil menerobos perimeter serta menguasai sejumlah posisi meriam dan senapan mesin.  Ratusan personil 1stCavalry gugur dalam pertempuran sengit yang berlangsung dalam jarak dekat dan diwarnai duel satu lawan satu itu.

Dalam kondisi terdesak, 1stCavalry lalu memanggil bantuan gempuran artleri dan udara.

Tak lama kemudian tiba bantuan serbuan udara, air support yang dilancarkan oleh 2ndBattalion 19thCavalry, 2ndBn 20thArtillery, 1stAviation Detachment, 1stSquadron 9thCavalry, AC-47Flare/Gun Aircraft Spooky USAF, dan Tactical Fighters/Bombers, 7thUSAF.

Berkat bantuan serbuan udara itu, pasukan Viet Cong akhirnya berhasil dipukul mundur pada pukul 02.15.Memasuki tahun 1967 hingga awal tahun 1968, 1stCavalry disibukkan oleh misi tempur Operation Pershing yang sangat melelahkan.

Operasi ini merupakan mobil udara yang lebih dikenal dengan skytrooper. Sasarannya adalah sarang-sarang persembunyian Viet Cong yang berada pada bunker-bunker bawah tanah.

Biasanya unit-unit 1stCavalry diterjunkan ke daerah sasaran dengan helikopter dan selanjutnya berburu Viet Cong di bunker-bunker bawah tanah.

Dalam operasi tempur Pershing yang merupakan misi terpanjang itu, 1stCavalry Division berhasil membunuh 5.401 Viet Cong, menawan 2.400 personel, dan menyita senjata perorangan sebanyak 1.300 unit serta 137 senjata berat lainnya.

Akan tetapi, militer AS juga harus membayar mahal karena ribuan prajuritnya telah tewas dalam misi Operation Pershing itu.

A Winardi

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!