Ketika Pasukan Militer Swasta Mendapat Serangan Dadakan Kelompok Taliban

Taliban AttackAP

ANGKASAREVIEW.COM – Bekerja sebagai pasukan militer swasta atau Private Military Company (PMC) bagai dua sisi mata pisau. Bergaji besar namun penuh risiko. Seperti yang dialami oleh sejumlah pasukan PMC di Afganistan pada 1 November 2018 lalu. Kelompok Taliban menyerang kompleks pasukan PMC milik G4S Risk Management Group.

Luke Griffin, pasukan PMC asal Liverpool, Inggris adalah salah satu korban tewas dari kejadian tersebut sebagaimana dikutip sofrep.com.

Sebelumnya, Griffin mengabdi sebagai tentara Inggris sebagai prajurit infanteri. Griffin memiliki pengalaman tempur mumpuni di berbagai medan perang seperti di Irak dan Afganistan. Tidak hanya Griffin, sejumlah penduduk Afganistan turut menjadi korban.

Menurut rilis dari Kementrian Dalam Negeri Afganistan, para Taliban meledakkan sebuah bom mobil di depan gerbang kompleks. Vehicle-Borne Improvised Explosive Device (VBID) merupakan ancaman yang sangat ditakuti, karena umumnya ledakan VBID sangat besar.

Setelah gerbang berhasil diledakkan, para Taliban mulai memasuki halaman kompleks dan menembaki penghuni secara acak.

Para korban jelas tidak siap menghadapi serangan terkoordinasi yang digabungkan dengan bom VBID.  Pasukan khusus Afganistan turut dikerahkan untuk merespons serangan Taliban. Bahkan, dalam video yang viral di media sosial terlihat baku tembak terus terjadi.

Taliban AttackTwitter

Pasukan khusus Afganistan harus menyabung nyawa untuk mengusir pasukan Taliban yang masih menguasai kompleks G4S.

Fasilitas G4S di Afganistan berukuran cukup besar dan dilengkapi beragam fasilitas. G4S adalah salah satu perusahaan penyedia jasa keamanan multinasional yang berpusat di London, Inggris dan reputasinya telah mendunia. Sejumlah personelnya bertugas untuk menjaga kantor kedutaan Inggris di Kabul, Ibu Kota Afganistan.

Banyak pihak menyayangkan penyerangan di kompleks G4S. Bahkan, kejadian tersebut disamakan dengan penyerangan kantor Kedutaan Amerika Serikat di Benghazi, Libya.

Penyerangan Taliban terhadap Kompleks G4S menunjukkan bahwa Afganistan masih menjadi salah satu negara yang rawan.

(RND)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!