Angkatan Udara Nigeria Bakal Diperkuat 12 A-29 Super Tucano

Super TucanoEmbraer

ANGKASAREVIEW.COM – Angkatan Udara Nigeria (NAF) dipastikan bakal menerima 12 pesawat serang darat A-29 Super Tucano. Pesawat akan dibuat oleh Sierra Nevada Corporation (SNC) di Jacksonville, Florida dan diserahkan seluruhnya kepada NAF hingga tahun 2024 mendatang.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US DoD) meyatakan hal tersebut pada lamannya. Sebagaimana dikutip Flightglobal (29/11), adalah Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) yang memberikan bantuan kepada NAF melalui pembiayaan Foreign Military Sales (FMS) untuk mengakuisisi 12 A-29 Super Tucano senilai 329 juta dolar AS.

Selain menyerahkan 12 pesawat, SNC juga akan memberikan alat-alat pelatihan darat, sistem perencanaan misi, sistem evaluasi misi, suku cadang, perlengkapan dukungan darat, perlengkapan misi alternatif, serta dukungan lainnya.

SNC A-29 Super Tucano dibuat berdasarkan basis pesawat EMB 314 Super Tucano buatan pabrik Embraer, Brasil. Pesawat serang ringan ini dapat digunakan untuk misi dukungan udara dekat (CAS) bagi pasukan darat dengan dilengkapi senapan mesin dan membawa bom berpemandu presisi, roket, hingga rudal berpemandu infra merah.

Sebagaimana dikethaui, pada Agustus 2017 US DoD melalui Defense Cooperation Security Agency (DSCA) telah menyetujui penjualan pesawat A-29, suku cadang, dan perlengkapan lainnya senilai total 593 juta dolar AS kepada NAF. Harga tersebut di luar 329 juta dolar yang dialokasikan kepada Sierra Nevada. Sisanya adalah anggaran untuk pembelian beragam persenjataan pesawat tersebut.

AS mengakui, Nigeria merupakan mitra penting bagi misi keamanan nasional. Khususnya untuk memerangi kelompok-kelompok pemberontak seperti ISIS dan Boko Haram.

Selebihya, A-29 Super Tucano dapat digunakan NAF untuk menanggulangi praktik-praktik penyelundupan yang terjadi di negeri itu dengan kawasan Teluk Guinea.

Sementara itu, USAF sendiri masih mempertimbangkan untuk membeli A-29 Super Tucano atau AT-6 Wolverine dari Textron Aviation. Rencana tersebut kemungkinan baru akan diputuskan pada pertengahan tahun depan.

Roni Sontani

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!