Mimpi Buruk Pilot-pilot Amerika di Medan Tempur Neraka Perang Vietnam

Perang VietnamIstimewa

ANGKASAREVIEW.COM – Pada Perang Vietnam (1955-1975) Amerika Serikat (AS) tidak hanya kalah telak dalam peperangan di darat, melainkan juga di udara saat menghadapi pilot-pilot tempur Vietnam Utara (Vietnamese People’s Air Force – VPAF).

Dilihat dari prestasi tempur khususnya dalam menjatuhkan pesawat musuh, pilot-pilot pesawat tempur VPAF ternyata jauh lebih unggul dibandingkan pilot-pilot AS.

Tercatat 16 pilot VPAF mendapat gelar ace dengan prestasi masing-masing pilot mampu menjatuhkan lebih dari lima pesawat.

Sedangkan dari AS hanya ada dua orang yang mampu mendapatkan ace dan pesawat musuh yang berhasil dijatuhkan tidak lebih dari lima pesawat

Banyak alasan yang dilontarkan Angkatan Udara AS (USAF) terkait  jebloknya prestasi para pilotnya. Misalnya, medan perang udara Vietnam merupakan medan yang miskin mengingat sedikitnya pesawat MiG VPAF yang turun ke medan laga.

Soal keterampilan pilot AS, juga menjadi kelemahan karena fokus serangan udara hanya dipusatkan pada rudal udara ke udara. Sebaliknya, keterampilan pilot AS yang jumlahnya melimpah justru diabaikan.

Perang VietnamUSAF National Museum

Cara tempur para pilot VPAF yang menerapkan taktik perang gerilya udara ternyata juga ampuh. Yakni, dengan cara  menembak jatuh pesawat musuh dan secepatnya kabur. Taktik ini mampu membuyarkan konsentrasi konvoi armada udara AS sehingga gampang kecolongan.

Sejumlah pilot VPAF yang mampu merontokkan pesawat-pesawat tempur AS itu antara lain Nguyen Van Coc (9), Nguyen Rong Nhi (8), Pham Thanh Ngan (8), Mai Van Cuong ( 8), Dang Ngoc Ngu (7), dan Nguyen Doc Soat (6).

Sebagai pilot pesawat MiG-21 dari FR 921, Nguyen Doc Soat merupakan pilot muda VPAF yang mampu menjatuhkan enam pesawat tempur AS.

Meskipun prestasinya berada di bawah senior-senior lainnya seperti Pham Thanh Ngan yang mampu menjatuhkan delapan pesawat AS dan Nguyen Van Coc yang mampu menjatuhkan sembilan pesawat AS, prestasi Nguyen Doc Doat dalam usia yang masih muda itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi VPAF.

Perang VietnamUSAF

Prestasi Nguyen Doc Soat dimulai saat dirinya bertugas pada FR 927. Waktu itu AS sedang gencar-gencarnya melancarkan Operasi Linebaker I dan Soat mampu menjatuhkan satu pesawat USN A-7B Corsair dengan tembakan meriam 30 mm.

Pada Juni 1972, Soat yang sebelumnya sudah bergabung dengan FR-921 berupaya mencegat pesawat F-4 yang akan menyerang Thai Nguyen. Soat yang bertugas sebagai flight leader dan terbang bersama dua MiG-21 lainnya segera diserbu sejumlah F-4.

Duel udara seru pun berlangsung. Soat berhasil menjatuhkan sebuah F-4E yang diawaki David Grant dan William Beekman. Dua awak itu berhasil melompat dan mendarat selamat dengan parasut tapi tentara Vietnam Utara segera menawannya.

Tiga hari kemudian, Soat kembali terlihat dalam pertarungan udara di atas Noi Bai. Kendati dikepung delapan F-4, Soat yang melakukan taktik dengan cara bersembunyi di ketinggian 15.000 kaki berhasil menghantam sebuah pesawat F-4E dengan rudal R-3.

Perang VietnamRoss Huggett

Pada Agustus 1972, Soat kembali menjatuhkan satu F-4J milik USMC disusul  satu lagi penjatuhan sebuah F-4E pada Oktober. Atas prestasinya, nama Nguyen Doc Soat menjadi legenda bagi VPAF hingga saat ini.

Pada pertempuran yang berlangsung di bulan Desember 1972, perang udara di Vietnam bahkan telah menjadi mimpi buruk bagi AS karena banyaknya pesawat pengebom B-52 yang berhasil dirontokkan VPAF.

Selama 12 hari menjelang akhir Desember, VPAF berhasil menjatuhkan 81 pesawat tempur AS dari berbagai jenis.

Akibat kekalahan telak itu, AS kemudian mengambil langkah perundingan damai pada Januari 1973. Sebuah langkah yang langsung menghentikan Perang Vietnam namun tidak menghentikan mimpi buruk kekalahan telak AS pada pertempuran udara hingga kini.

A Winardi

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!