Mi-171A2 dan Ansat Akan Tampil Dinamik di Sirkuit F1 Sepang Malaysia 3 Desember 2018

Russian HelicoptersRussian Helicopters

ANGKASAREVIEW.COM – Dua helikopter terbaru Mi-171A2 dan Ansat akan ditampilkan secara dinamik (demo terbang) di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia pada 3 Desember mendatang. Ini adalah penampilan pertama helikopter produksi Russian Helicopters (bagian dari Rostec State Corporation), Rusia di negeri jiran, Malaysia.

Kedua heli akan diberi cat warna bendera negara-negara Asia. Usai tampil dinamik, kedua heli akan ditampilkan secara statik dan para pengunjung bisa bertanya langsung kepada para awak heli, teknisi, maupun para personel representatif dari Russian Helicopters.

Pada kegiatan tersebut, CEO Russian Helicopters Andrey Boginsky juga akan hadir dan melaksanakan konferensi pers dengan media. Demikian sebagaimana disampaikan dalam siaran pers Russian Helicopters yang diterima Angkasa Review hari ini, Kamis (29/11/2018).

Russian Helicopters menyelenggarakan Tur Asia Tenggara usai mengikuti pelaksanaan pameran kedirgantaraan Airshow China 2018 di Zhuhai, China beberapa waktu lalu. Helikopter ini bertolak dari Zhuhai menuju kawasan Asia Tenggara pada 12 November. Hingga saat ini, total jarak yang telah ditempuh kedua helikopter mencapai 4.500 km.

Tur Asia Tenggara dilaksanakan Russian Helicopters sejak 16 November dengan mengunjungi Hanoi (Vietnam), kemudian Phnom Penh (Kamboja) pada 20 November, dan U-Tapao dekat Bangkok (Thailand) pada 26 November. Sementara Kuala Lumpur, Malaysia akan menjadi destinasi terakhir dari rangkaian Tur Asia Tenggara yang dilaksanakan tahun ini.

Mi-171 merupakan helikopter multiguna berukuran medium dan bermesin ganda. Heli ini dikembangkan dari heli Mi-8/17 dengan penambahan teknologi-teknologi maju. Heli dapat dioperasikan pada siang maupun malam hari di wilayah dataran maupun pegunungan dengan suhu ekstrem dan kelembaban tinggi serta di atas permukaan air.

Sementara Ansat, merupakan helikopter multiguna kelas ringan yang dapat difungsikan dalam berbagai misi. Mulai dari fungsi angkut penumpang, observasi, SAR, pemadaman api, medik udara, dan lainnya. Heli bermesin ganda ini sangat mudah dioperasikan. Selain memiliki kabin yang lapang, ruang kokpitnya pun dirancang lega. Heli bermesin dua ini telah mendapatkan sertifikasi untuk dioperasikan di wilayah-wilayah bersuhu panas seperti di negara-negara kawasan khatulistiwa.

Roni Sontani

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!