Network-Powered Defence dan Transfer Teknologi, Tawaran Terunggul dari Saab

SaabRoni Sontani

ANGKASAREVIEW.COM – Industri pertahanan dan keamanan asal Swedia, Saab, memandang Indonesia sebagai negara besar dengan potensi pembangunan militer yang besar di masa mendatang. Saab mengerti kebutuhan riil Indonesia dan karenanya secara intens terus hadir dan berupaya menawarkan produk-produk terbaiknya untuk dimiliki oleh Indonesia.

Mengacu kepada ketentuan Undang-undang No. 12 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan yang mendorong peningkatan kemampuan industri dalam negeri menuju kemandirian, Saab berkomitmen membantu Indonesia dalam hal transfer teknologi.

Saab siap menaati segala kewajiban dan seluruh aturan pengadaan yang ketat yang diberlakukan oleh Indonesia. Saab juga berkomitmen mendukung modernisasi alutsista Tentara Nasional Indonesia (AD, AL, AU).

Ditinjau dari sejarah keberadaannya, Saab bukan pemain baru dalam industri pertahanan dan keamanan. Perusahaan ini berdiri pada 1937 dan telah melahirkan produk-produk alutsista pertahanan dan keamanan yang digunakan Swedia serta sejumlah negara di dunia.

Produk Saab beraneka jenis, mulai dari pesawat hingga sistem komunikasi peperangan. Produk-produknya bahkan sudah digunakan dan teruji keandalannya sejak Perang Dunia II.

Indonesia merupakan salah satu negara pengguna teknologi Saab. Mulai dari sistem pertahanan udara jarak sangat pendek (VSHORAD) RBS 70 yang digunakan sejak 1987 dan sistem civilian air-traffic di Bandara Internasional Djuanda sejak 2018.

“Tentara Nasional Indonesia memiliki sembilan unit RBS 70 dan dua sistem radar yang telah dioperasikan sejak lebih dari 30 tahun lalu dan masih berfungsi sampai sekarang,” jelas Rickard Svensson, bagian pemasaran Saab dalam penyelenggaraan Indo Defence di JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis (8/11).

SaabRoni Sontani

Ditawarkannya produk-produk baru Saab kepada TNI, agar ada upgrade dari alutsista yang telah digunakan selama tiga dekade. Saab juga menawarkan produk-produk tercanggih mereka di luar kedua produk RBS 70 dan sistem trafik udara pesawat sipil.

“Oleh karenanya, Saab siap membantu Indonesia untuk hal-hal tersebut,” kata Anders Dahl, Presiden Saab Indonesia dalam pelaksanaan media briefing yang diikuti Angkasa Review di tempat yang sama.

Sejumlah produk unggulan ditawarkan Saab dalam penyelenggaraan Indo Defence 2018. Di antaranya adalah produk sistem pertahanan udara jarak dekat mutakhir Saab RBS 70 NG.

Sitem hanud ini memiliki beberapa keunggulan di antaranya adalah kemampuan penginderaan termal resolusi tinggi, reaksi dan akuisisi target dengan cepat, dilengkapi auto-tracker, pemanduan menggunakan laser, serta rekaman video internal untuk evaluasi tindakan.

RBS 70 NG memiliki daya jangkau 220 – 9.000 meter, ketinggian maksimum 5.000 meter, dan waktu tempuh maksimum ke target 30 detik. Sistem senjata yang terintegrasi dengan radar Saab Giraffe-1 ini menggunakan rudal segala target BOLIDE yang tendah bising.

SaabRoni Sontani

Produk kedua yang ditawarkan adalah pesawat peringatan dini dan komando udara (AEW&C) yang membawa sistem radar Saab 2000 Global Eye. Pesawat ini menjadi radar terbang dan pusat kendali dan kontrol udara yang dapat dioptimalkan penggunaannya untuk berbagai hal termasuk untuk operasi penerbangan defensif maupun ofensif.

Penggunaan sistem Global Eye dalam pesawat ini juga tidak hanya terbatas untuk kepentingan militer saja seperti misi pengawasan udara, pengawasan laut, intelijen, command & control, namun juga untuk pencarian dan penyelamatan (SAR).

Produk ketiga adalah jet tempur Gripen yang sudah banyak diulas mengenai keunggulan dan efisiensi biaya dari perawatan dan penggunannya. Saab menawarkan Gripen C/D maupun generasi terbaru Gripen E kepada Indonesia tergantung dari yang diharapkan.

SaabRoni Sontani

Andreas Dahl menandaskan, Gripen sangat efisien dan andal. “Kami juga siap melakukan transfer teknologi penuh,” ujarnya.

Produk keempat, adalah Network-Powered Defence alias Network-Centric Warfare yang menjadi kunci vital dalam peperangan modern. Terdistribusinya data-data dan informasi-informasi penting yang dibutuhkan oleh unsur-unsur kekuatan perang gabungan dari matra udara, laut, dan daratan secara real time, menjadi faktor penentu tercapainya kemenangan dalam peperangan modern selain dimilikinya alutsista-alutsista penggebuk yang canggih pula.

“Faktor kecepatan dan keamanan dari data dan informasi yang didistribusikan, speed with security sangat dibutuhkan dalam hal ini,” ujar German Wijaya, eksekutif dari Kantor Representatif Saab Indonesia kepada Angkasa Review.

Roni Sontani

Bagikan ini :

3 Responses to Network-Powered Defence dan Transfer Teknologi, Tawaran Terunggul dari Saab

  1. Sekar Dirgantara berkata:

    Om roni…

    Sebenarnya peluang gripen c/d/e dan erieye-er disini besar enggak sih?

    • smitty weber jaegerman jensen berkata:

      nggak juga sih
      tapi kalau soal transfer of technologi saab peluangnya sangat besar, soalnya mereka paling banyak memberikan tot.
      tapi kalau pesawat gripen mah memang kalah saing, soalnya di dalam negeri sudah di judge dulu sih sama masyarakat indonesia, dibilang kalah sama su 35, padahal gripen dan su 35 cuman beda jangkauan jelajah saja, kalau kecanggihan mah bisa di bilang sama, atau bahkan lebih karena radar gripen E menggunakan radar AESA

  2. Ron berkata:

    Semua kompetitor punya peluang yang sama. Berusaha meyakinkan calon pembeli merupakan bagian dari perjuangan masing-masing. Keunggulan dari masing-masing produk, itulah yang ditawarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!