Nurol Makina Tawarkan MRAP Ejder 4X4 untuk Militer ASEAN

RanpurRangga Baswara Sawiyya

ANGKASAREVIEW.COM – Perusahaan pertahanan asal Turki, Nurol Makina, menawarkan kendaraan tempur Ejder (Naga) untuk kebutuhan militer di kawasan Asia Tenggara. Nurol Makina memboyong langsung ranpur jenis MRAP tersebut ke pameran pertahanan Indo Defence 2018. Kendaraan ditampilkan di booth yang berada di Hall A 050-B JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sobat AR, Nurol Makina sendiri mulai mengembangkan Ejder 4X4 atau juga disebut Ejder Yalcin pada akhir 2012. Purwarupa pertama muncul dalam pameran pertahanan IDEF 2013 di Ankara, Turki. Setahun berikutnya kendaraan telah diproduksi untuk memenuhi kebetuhan militer Turki sebanyak 400 unit.

Ranpur Ejder 4X4 dirancang sanggup menghadapi ledakan ranjau atau bahan peledak improvisasi (IED) dengan lambung mengadopsi bentuk huruf V. Di dalam perutnya dapat menampung 11 pasukan termasuk pengemudi, muatan yang dapat dibawa mencapai 4 ton.

Sang Naga berbobot 14 ton ini ditenagai mesin diesel berdaya 375 hp buatan Cummins. Kecepatan maksimumnya 120 km/jam dan jangkauan operasi sejauh 700 km. Ejder dapat melintasi parit sedalam 1,1 m, menaiki rintangan setinggi 50 cm, serta berjalan pada tanjakan 60 derajat dan kemiringan 30 derajat.

RanpurIstimewa

Nurol Makina mendesain Ejder dengan konsep modular sehingga dapat dijadikan beberapa varian. Ejder selain digunakan untuk angkut pasukan (APC), dapat juga dijadikan kendaraan komando, wahana patroli dan kawal, pengintaian, ambulanse hingga pengusung senjata seperti misil anti tank atau anti pesawat.

Persenjataan standar yang dapat dibawa Ejder versi APC adalah stasiun senjata kendali jarak jauh (RCWS) yang dapat dilengkapi senapan mesin kaliber 12,7 atau 7,62 mm. Pilihan lain yakni pelontar granat otomatis AGL 40 mm atau senjata yang lebih berat lagi seperti kanon kaliber 20/25 mm.

Sobat AR, di kawasan Asia Tenggara yang telah positif untuk mengakuisisi Ejder adalah AD Malaysia. Untuk kebutuhan militer negeri jiran tersebut, Nurol Makina bermitra dengan idustri pertahanan lokal Deftech. Kerja sama antara keduanya disepakati dalam pameran pertahanan DSA di Kuala Lumpur pada April 2018 silam.

RanpurRangga Baswara Sawiyya

Nurol Makina memang boleh percaya diri dengan produknya tersebut karena Ejder telah teruji dalam palagan sesunggunya di Perang Saudara Suriah, digunakan militer Turki melawan para pemberontak Kurdi yang berbasis diperbatasan antara wilayah Suriah dengan Turki.

Sejak diproduksi tahun 2013, selain 400 pesanan dalam negeri, Nurol Makina juga kebanjiran pesanan dari negara lain. Mulai dari Senegal yang memesan 25 unit, lalu militer Tunisia sebanyak 70, dan Qatar pesan 400 unit.

Pesanan terbesar dengan jumlah fantastis datang dari Uzbekistan sebanyak 1.024 unit yang akan dibuat berdasar lisensi.

Rangga Baswara Sawiyya

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!