Sistem Data F-35B Terkoneksi dengan Sistem Pertahanan Diri USS Wasp

USS WaspUS Navy

ANGKASAREVIEW.COM – Sistem data jet tempur siluman milik Korps Marinir AS F-35B Lightning II untuk pertama kali telah terhubung dengan sistem pertahanan diri kapal (SSDS) USS Wasp milik Angkatan Laut AS.

SSDS (Ship Self-Defense System) dibuat oleh Raytheon dan terhubung dengan F-35B melalui jaringan data Link 16 yang digunakan Amerika Serikat dan negara-negara NATO.

Dengan demikian, kapal induk helikopter/pesawat terbang vertikal milik AL AS itu dapat saling berbagi informasi penting dengan F-35B Korps Marinir khususnya saat menjalankan misi dan operasi.

Siaran pers Raytheon pada 31 Otkober menerangkan, dengan SSDS F-35B dan USS Wasp bisa saling memberi tahu dan berkoordinasi mengenai berbagai ancaman seperti ancaman rudal musuh maupun bentuk ancaman lainnya.

Sebagaimana diketahui, rudal-rudal jelajah antikapal merupakan salah satu ancaman yang paling membahayakan bagi USS Wasp. Dengan adanya keterpaduan ini, potensi ancaman pun bisa direduksi.

Tidak hanya itu, SSDS juga akan memberi tahu komando di kapal mengenai seberapa banyak persediaan bahan bakar dan persenjataan tersisa di F-35B. Pesawat generasi kelima ini dapat beroperasi dari USS Wasp dan mengisi senjata serta bahan bakar di kapal tersebut.

Baca: Singapura Kaji F-35 STOVL untuk Ganti F-16

“Informasi merupakan kunci utama bagi semua komandan. Dengan kemampuan berbagi informasi dari berbagai sumber, ini akan meningkatkan kemampuan perang udara dan sistem pertahanan diri,” ujar Kapten Danny Busch, Ketua Program SSDS AL AS.

Dengan sistem ini, lanjutnya, tingkat interoperabilitas dan kapabilitas militer AS jadi meningkat.

Keterpaduan jaringan data multimatra suatu negara, saat ini dan ke depan, menjadi kebutuhan prioritas yang harus terpenuhi. Kalau tidak, kekuatan militer yang kita miliki akan jadi sasaran empuk musuh karena musuh lebih tahu dan lebih bisa melihat kelemahan-kelemahan kita.

Pun demikian dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang menginginkan terwujudnya suatu tataran Network-Centric Warfare (CNW) atau biasa disebut juga Network-Centric Operations (CNO)

Roni Sontani

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!