Leonardo Bergabung dalam Proyek Pesawat Komersial Jarak Jauh China-Rusia CR929

Pesawat komersialCOMAC

ANGKASAREVIEW.COM – Industri pesawat Leonardo dari Italia ikut bergabung dalam proyek pesawat komersial jarak jauh berbadan lebar yang dikembangkan oleh China dan Rusia, CR929.

Leonardo telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kangde Investment Group dari China pada awal November ini guna mendukung pembuatan material komposit untuk pesawat CR929.

Dalam nota itu disebutkan, Leonardo akan melakukan pengembangan, produksi, dan perakitan material komposit untuk CR929 di Italia. Sementara Kangde Investment Group di China akan menyokong kebutuhan finansialnya.

Perusahaan baru pun dibentuk oleh keduanya dengan nama Kangde Marco Polo Aerostructures Jiangsu Co. Ltd.

CEO Leonardo Alessandro Profumo mengatakan, keputusan untuk bergabung dalam proyek CR929 adalah untuk meningkatkan kapasitas bisnis divisi aerostruktur Leonardo sekaligus membuka peluang baru di China.

Belum lama ini Kangde Investment Group juga telah membangun fasilitas baru untuk divisi material komposit di Zhangjiagang, Provinsi Jiangsu.

Baca: Tampil di Airshow China 2018, Mi-171A2 dan Ansat Juga Akan Demo Tur ke Asia Tenggara

Keterlibatan Leondardo dalam proyek CR929 sebenarnya telah diawali tahun 2015. Saat itu Leonardo dan COMAC (Commercial Aircraft Corporation of China Ltd) telah menandatangani perjanjian awal untuk berkolaborasi dalam pengembangan badan pesawat dan material komposit.

China dipandang memiliki masa depan kebutuhan transportasi udara yang sangat besar. Dalam 20 tahun ke depan, Tirai Bambu membutuhkan sedikitnya 1.500 pesawat komersial baru jenis badan lebar.

Akan halnya CR929, program ini diluncurkan oleh COMAC bekerja sama dengan UAC (United Aircraft Corporation) dari Rusia pada 2017. CR929 merupakan pesawat jet komersial jarak jauh bermesin ganda yang disiapkan untuk menghadang dominasi Airbus dan Boeing.

Pesawat berkapasitas 290 tempat duduk untuk konfigurasi dua kelas, atau 300-400 tempat duduk untuk konfigurasi satu kelas ini, rencananya akan terbang perdana pada perkiraan tahun 2025-2028.

CR929 awalnya merupakan kajian COMAC di tahun 2011 yang merencanakan pembuatan pesawat komersial badan lebar C929 untuk kapasitas 290 penumpang dan C939 untuk 390 penumpang.

Pada 22 Mei 2017, program tersebut diluncurkan di Shanghai dengan menggandeng Rusia sebagai mitra kerja sama. Kode pesawat pun berubah menjadi CR929.

Roni Sontani

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!