Sudut Pandang Pilot untuk Lion Air

Lion AirIstimewa

Tetap hormat kepada mereka yang gugur dalam penerbangan Lion Air JT 610 dan terus berharap segala kemelut berkaitan dengan kecelakaan tersebut dapat selesai dengan baik.

Menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) adalah hal yang sangat bijak untuk dilakukan daripada terus menganalisis data selebaran yang berakhir pada perdebatan tanpa kusir.

Berita seyogyanya harus berimbang, bahwa banyak yang tahu namun tidak menyadari bahwa Lion Air yang bernaung dari perusahaan induk Lion Grup adalah perusahaan yang sangat berkembang pesat dalam dua dekade terakhir.

Perusahaan ini telah menjadi tempat bermuamalah bagi banyak orang asli Indonesia dengan penghasilan rata-rata di atas Upah Minimum Regional (UMR). Memiliki beberapa perusahaan anak antara lain Lion Air, Batik Air, dan Wings Air dimana telah memiliki ribuan karyawan yang menggantungkan nasib anak dan istri di perusahaan tersebut.

Terlepas dengan beberapa kekurangannya, ternyata Lion Air juga telah ikut menghubungkan Nusantara dari Sabang hingga Merauke sampai dengan pelosok-pelosok daerah remote. Tahukah Anda? Bahwa transportasi adalah salah satu komponen strategis di Negara Kepulauan yang panjang pantainya lebih dari satu juta kilometer.

Dengan harga jual tiket yang sangat murah, seluruh rakyat Indonesia bisa menikmati penerbangan dengan pesawat terbang, baik untuk kebutuhan bisnis maupun keluarga. Tidak perlu berhari-hari mengapung di lautan untuk pergi ke Papua, ataupun diterjang ombak dan badai ketika menyebrang menggunakan kapal feri ketika perjalanan darat.

Nila setitik rusak susu sebelanga, itukah peribahasa yang saat ini terjadi di masyarakat Indonesia dengan adanya kejadian JT 610? Hormat kepada mereka yang gugur, namun, inti dari permasalahan ini adalah sesegera mungkin evakuasi korban diselesaikan dan biarkan tim KNKT bekerja. Bukan mencari kesalahan dan celah-celah untuk menjatuhkan.

Apakah Anda masih alergi dengan delay? Setelah Anda tahu bahwa delay pun ternyata dilakukan dalam rangka menjaga keselamatan anda para penumpang Indonesia baik disebabkan oleh alasan cuaca maupun operasional teknis dan non teknis.

Dan akhirnya, pada beberapa kekhususan dengan sertifikat lulus Sekolah Menengah Umum, Lion Air juga telah memberikan penghasilan di atas UMR sarjana strata dua fresh graduated bagi karyawan lulusan SMU atau sederajat.

Lion Air dibekukan? Yakin Anda mau kembali ke tiket mahal atau terombang-ambing ombak di lautan? Kembalikan ke hati kecil Anda orang Indonesia.

FO Teddy Hambrata Azmir

Bagikan ini :

4 Responses to Sudut Pandang Pilot untuk Lion Air

  1. bambang berkata:

    delay demi keselamatan dan kenyamanan penerbangan ,,, #prayJT610

  2. Tatung berkata:

    hmmmm maaf saya kurang se-7, tempat bermuamalah?, punya anak perusahaan banyak?
    Transportasi adalah komponen strategis, maka harus dikelola dengan benar dan bertanggungjawab. Bukakah tujuan transportasi ini adalah agar penumpang sampai ke destinasi? saya kira kalau jatuh dilaut itu bukan tujuannya.
    Bagaimana seandai salahsatu korbannya adalah keluarga dekat anda sendiri? apakah anda tetap tak mampu merubah pendapat?
    lebih baik harag ticket dimahalkan tapi penumpang selamat!

    bila nantinya ternhata kecelakaan ini akibat kesalahan LionAir? dan lion dibekukan? ya mengapa tidak?

    apakah hati kecil orang Indonesia itu? harus selalu nerimo?

  3. Fajar Sugiono berkata:

    Tulisan bijak dan berbobot, tidak asal.

  4. Tasdev berkata:

    Sebagai penumpang, keselamatan adalah no 1, harga jual kursi tidak bisa disejajarkan dengan keselamatan penumpang, kalau anda benar-benar awak penerbangan seharusnya anda sudah paham aturan2 terkait keamanan dan keselamatan penerbangan. Hal ini tidak serta merta membenarkan delay dan tiket murah. Karena saking strategisnya transportasi udara maka manajemen mutu dan kualitas dari perusahaan pelayanan penerbangan harus dipenuhi. Kalaupun perusahaan seklas lion air sudah tidak sanggup memenuhi dan menjalankan aturan-aturan tersebut karena terkndala tilet murah dan layanan teknis yang mengakibatkan delay dsb, ini menunjukkan ketidak mampuan perusahaan “besar” ini mengatur layanannya tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!