SPAAG 76 mm Berpenggerak 10X10 Ditampilkan Perdana di Zhuhai Air Show 2018

chinaguancha.cn

ANGKASAREVIEW.COM – Meski bertajuk pameran kedirgantaraan, Zhuhai Airshow (Airshow China), juga dijadikan etalase untuk menampilkan alutsista matra darat dan laut. Salah satu yang akan muncul perdana dalam pemeran yang diselanggarakan pada 6-11 November 2018 ini adalah kendaraan tempur pengusung sistem artileri pertahanan udara dengan meriam kaliber 76 mm.

Sobat AR, sistem arhanud bergerak yang dinamai ‘Self-Propelled Artillery 76mm’ ini mencomot meriam kapal (naval gun) yang biasa terpasang di kapal perang. Dengan kubah senjata berukuran besar berbobot 8 ton, maka tak heran untuk sistem daratnya ditambatkan di atas panser bongsor berbadan panjang yang dilengkapi roda berpenggerak 10X10 buatan NORINCO.

Laras meriam yang digunakan Self-Propelled Artillery 76mm berbasis panser ini memiliki ukuran yang lebih pendek dibanding versi kapal. Namun tak akan mengurangi tingkat akurasi yang ditawarkan. Tersedia 100 munisi yang siap tembak secara otomatis tersimpan dalam kubah. Di atas kubah ditempatkan sistem radar pencarian dan pelacakan.

Dahsyatnya, para insinyur China tak hanya memindahkan sistem senjata dari kapal ke atas panser saja. Tapi juga telah meningkatkan kecepatan daya tembaknya menjadi dua kali lipat. Sehingga, kanon ini tak hanya bisa merontokkan helikopter atau drone saja, tapi sanggup pula menyasar jet tempur atau misil berkecepatan hingga 2,5 Mach.

chinaguancha.cn

Sobat AR, ide penempatan sistem arhanud berbasis kapal ke wahana darat bukanlah hal baru. Pada akhir 1980-an, pabrik senjata Oto Melara, Italia telah berhasil mencangkokkan meriam 76 mm ke atas ranpur berbasis tank OF-40.

Sayangnya, sistem yang dinamai Otomatic SPAAG (Self Propelled Anti Aircrfat Gun) ini tak pernah diproduksi karena harganya yang kelewat mahal.

Tahun 2014 bertepatan dengan pameran senjata Eurosatory, Oto Melara kembali melansir sistem arhanud serupa yang kali ini dipasang pada panser 8×8 Centauro dengan nama Draco. Selain telah mengusung meriam berkecepatan tembak tinggi, Draco juga menawarkan kendaraan berbobot lebih ringan dari versi pendahulunya yang dipasang pada MBT OF-40.

ChinaNORINCO

Dalam ajang Zhuhai Air Show 2016 sebelumnya, NORINCO juga telah memperkenalkan untuk pertama kali sistem arhanud berbasis truk 6X6 yang dinamai SA2 76mm. Sistem ini menggunakan meriam kapal jenis H/PJ-26 kaliber 76 mm.

Dengan sudut elevasi meriam -10 hingga +75 derajat, sistem SA2 76mm tak hanya dapat diadalkan untuk menyikat sasaran terbang, tapi juga dapat menyapu sasaran di darat.

Sistem Self-Propelled Artillery 76mm dan SA2 76mm cocok digunakan sebagai senjata arhanud yang berbasis di wilayah pesisir. Selain ditawarkan pada PLAN (AL China), kedua sistem pertahanan udara bergerak ini juga ditawarkan untuk ekspor.

Lalu apakah Arhanud TNI AD dan Marinir berminat? Kita lihat saja nanti.

Rangga Baswara Sawiyya

Bagikan ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!