Sun. Jun 16th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

China Genjot Pengembangan UAV Ketinggian Sangat Rendah dan Jet Latih

2 min read
ChinaIstimewa

ANGKASAREVIEW.COM – Upaya militer China untuk menjadi kekuatan tempur yang terunggul di lautan khususnya untuk mengantisipasi kapal-kapal perang AS di Laut China Selatan terus digeber. Demi sebisa mungkin menghancurkan kapal-kapal perang musuh, khususnya kapal-kapal perang AS secara efektif, militer China telah menciptakan UAV atau pesawat nirawak bersenjata ultra-low altitude antikapal perang.

Pesawat nirawak antikapal perang ini sesuai namanya memang bisa terbang sangat rendah di atas permukaan air laut sehingga sangat sulit dideteksi radar musuh.

Dengan kemampuan terbang sangat rendah ini pesawat nirawak antikapal perang yang memiliki bentuk sangat aerodinamik itu ternyata bisa terbang lebih cepat dibandingkan pesawat-pesawat nirawak pada umumnya.

Kecepatan terbang pesawat nirawak ultra-low altitude yang bisa terbang 50 cm di atas permukaan lalu menanjak pada ketinggian 3.000 meter hanya berlangsung dalam hitungan detik.

Sedangkan bobot maksimum untuk lepas landas mencapai 3.000 kg dan bisa membawa kargo seberat 1.000 kg. Dengan kemampuan membawa kargo seberat 1000 kg, pesawat nirawak ultra-low altitude bisa dipersenjatai rudal atau bom dan menjadi senjata sangat mematikan bagi kapal-kapal perang lawan.

Selain UAV antikapal perang, China juga telah bekerja sama dengan Pakistan untuk memproduksi pesawat tempur canggih. Program kerja sama antara China dan Pakistan dalam penggarapan pesawat tempur terus menunjukan peningkatan.

ChinaIstimewa

Setelah sukses memproduksi JF-17 Thunder dan beberapa di antaranya telah diekspor ke Myanmar,  jet tempur garapan kedua, yakni  JF-17B kursi ganda juga sudah siap operasional.

Jet tempur yang juga bisa dioperasikan sebagai pesawat latih, misi pengintaian, misi penyergapan, dan serang darat ini dilengkapi perangkat kokpit serba digital.

Sejumlah persenjataan yang bisa dipasang secara terintegrasi pada JF-17B merupakan rudal-rudal produksi China.

Rudal itu antara lain rudal udara ke udara PL-5 dan SD-10 serta rudal jarak jauh antikapal perang C-802AK. Sedangkan senjata lainnya seperti bom, roket, dan kanon merupakan produk industri militer Pakistan.

ChinaSino Defence

Sementara itu, China juga menggenjot produksi jet latih Hongdu L-15B secara massal. L-15 B merupakan pengembangan atau upgrade dari jet tempur sebelumnya L-15A. L-15B dilengkapi dua mesin terbaru Ivchencko Progress AI-222K-25F yang mampu melesat hingga kecepatan 1.4 Mach.

Pesawat ini juga bisa difungsikan sebagai jet tempur ringan dengan enam cantelan senjata yang melengkapinya. Enam cantelah ini bisa digunakan untuk membawa bom,roket, rudal, dan senjata penghancur lainnya.

Selain UAV antikapal perang, jet tempur JF-17 B ,dan L-15 B China juga masih gencar memproduksi alutsista lainnya. Pesawat-pesawat terbaru yang sudah  diluncurkan antara lain jet latih JL-9, FC-31, helikopter Z-19E, sistem pertahanan udara HQ-64, dan lainnya.

A Winardi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *