Thu. May 23rd, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Dipersenjatai Bom Nuklir Terbaru, F-35 Disebut Ancaman Paling Serius bagi Rusia

2 min read
F-35USAF

ANGKASAREVIEW.COM – Kehadiran jet tempur siluman F-35 Lighting II, di tengah segala kontroversinya, menjadi ancaman serius bagi negara-negara yang bermusuhan dengan AS seperti Rusia, China, dan Iran. Apalagi F-35 selain telah digunakan oleh AS, juga digunakan oleh Israel dan negara-negara NATO untuk menggempur sasaran di sejumlah wilayah konflik.

Rusia yang semula menganggap enteng F-35 karena memiliki sederet senjata penangkis serangan udara seperti S-400 dan kini dalam pengembangan jet tempur siluman T-50 pun lebih waspada. Pasalnya, F-35 mulai dipasangi bom nuklir B61 Mod 12 yang bisa digunakan untuk menyerang Rusia dari pangkalan AS-NATO di Eropa Timur seperti Lithuania dan Latvia.

Bom nuklir jenis B61 merupakan bom termonuklir  yang telah diproduksi oleh AS sejak 1968. Bom ini dirancang untuk melengkapi pesawat-pesawat tempur berkecepatan supersonik.

Bom nuklir seberat 320 kg dan memiliki daya ledak hingga 340 kiloton ini bisa dijatuhkan dari pesawat tempur yang terbang tinggi maupun rendah. Bom termonuklir ditujukan guna melumpuhkan industri militer dan energi listrik.

Sesuai pesawat pembawanya, B61 terus dikembangkan dalam sejumlah varian seperti B61 Mod 11 yang diproduksi tahun 1997. Hingga tahun 2014 militer AS dan NATO masih memiliki 200 unit bom B61 dan bisa dipasang pada pesawat pembom seperti F-111, Tornado IDS, B-1, B-2 dan B-52. Sedangkan jet-jet tempur yang bisa dipersenjatai B61 Mod 11 adalah F-4, F-15C/D/E, F-16, F/A-18, A-4, A-6, dan A-7.

Bom NuklirYoutube

Khusus bom nuklir B61 Mod 12, merupakan pengembangan terkini dari B61 dan diutamakan untuk mempersenjatai F-35.  Sementara untuk F-22 Raptor bom ini belum bisa dipasang karena sistem persenjataan yang ada di dalam (internal weapon) rak senjatanya tidak compatible. 

Sebagai bom nuklir yang berakurasi tinggi, B61 Mod 12 dilengkapi hulu ledak bervariasi mulai dari 3, 5, 10 hingga 50 kiloton tergantung sasaran yang akan dihancurkan.

Selain bisa dipasang pada F-35, bom B61 Mod 12 juga bisa dipasang pada pesawat pembom siluman B-2. AS merencanakan akan memproduksi B61 Mod 12 hingga 500 unit. Bom ini juga akan digunakan oleh F-35 negara-negara NATO.

Letjen (Purn) Victor Esin, penasehat militer Rusia yang juga analis teknologi militer AS dan Kanada di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, menyatakan F-35 yang dipersenjatai bom nuklir B61 Mod 12 merupakan ancaman paling serius bagi Rusia. Khususnya bagi industri-industri militer Rusia yang bisa dilumpuhkan menggunakan bom termonuklir ini dalam sekejap.

A Winardi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *