EuroMALE, Drone Intai Proyek Gotong Royong Negara Eropa Barat

DroneAirbus Defence and Space

ANGKASAREVIEW.COM – Setelah terkatung-katung dalam pengembangan drone jenis MALE (Medium-Altitude Long-Endurance), akhirnya negara-negara Eropa Barat sepakat untuk menciptakan bersama pesawat intai tanpa awak (drone) dalam proyek yang dinamai EuroMALE. Komitmen bersama sekaligus penampilan perdana mock-up skala penuh dilakukan dalam pameran dirgantara ILA pada April 2018 lalu di Berlin, Jerman.

Tergabung dalam pembuatan proyek EuroMALE adalah tiga perusahaan raksasa Eropa yakni Airbus Defence and Space yang mewakili Jerman dan Spanyol, lalu Dassault Aviation dari Perancis, dan Leonardo mewakili Italia. Sedangkan negara pentolan Eropa Barat lain yaitu Inggris tidak ikut bergabung.

Sobat AR, sebelum terlibat dalam proyek EuroMALE, negara-negara Eropa Barat sempat jalan dengan proyeknya masing-masing. Tahun 2009 bertepatan dengan Paris Air Show, EADS (kini Airbus Defence and Space) mewakili Jerman, Spanyol, dan Perancis minus Italia menampilkan mock-up drone Talarion. Namun pengembangan Talarion juga tak berjalan mulus, terhenti pada tahap konsep.

Di saat yang sama (2009) Inggris melalui perusahaan BAE Systems telah berhasil menerbangkan drone Mantis yang dilengkapi sepasang mesin turboprop. Selanjutnya Perancis (Dassaut) tertarik untuk bergabung dalam pengembangan lebih lanjut drone Mantis yang dinamai Telemos. Mock-up Telemos ditampilkan perdana pada Paris Air Show 2011, namun setahun kemudian Perancis hengkang dari proyek ini.

DroneTalarion/Airbus Defence and Space

Baru pada 2017, negara Eropa Barat kembali sepakat mengejar ketertinggalan dalam pengembangan drone MALE yang siap bersaing dengan produk asal Israel dan Amerika Serikat juga China.

Saat ini satu-satunya negara Eropa yang tergabung dalam NATO yang berhasil membuat drone jenis MALE adalah Turki dengan Anka buatan TAI.

Dengan pengembangan drone EuroMALE secara gotong royong, jelas meringankan dana pengembangan serta mempercepat pembuatannya karena melibatkan banyak vendor penghasil teknologi terkait seperti avionik, sistem komunikasi, dan sensor. Perusahaan yang terlibat dalam pembuatan sistem misi ini adalah Elettronica (Italia), Hensoldt (Jerman), Indra (Spanyol), dan Thales (Prancis).

DroneTelemos/Dassault

Sobat AR, spesifikasi detail mengenai EuroMALE belumlah dirilis. Namun, berdasar mock-up yang ditampilkan terlihat jauh lebih besar dari MQ-9 Reaper dari AS atau Wing Loong II dari China.

Sosok EuroMALE lebih mendekati penampilan drone BAE Mantis dengan sepasang mesin turboprop model pusher dibanding pendahulunya EADS Talarion yang ditenagai dua mesin turbofan. Rencana penerbangan perdana EuroMALE juga belumlah ditetapkan.

Namun secara fungsi EuroMALE diyakini tak akan berbeda jauh dengan para pesaingnya, yakni sebagai drone dengan kemampuan ISTAR (Intelligence, Surveillance, Target, Acqiusition, Reconnaissance). Drone ini juga akan dikembangkan versi serangnya yang dapat melepaskan senjata presisi atau senjata berpemandu. Kita tunggu.

Rangga Baswara Sawiyya

Bagikan ini :

2 Responses to EuroMALE, Drone Intai Proyek Gotong Royong Negara Eropa Barat

  1. Sekar Dirgantara berkata:

    Eitss, bukannya airbus baru menandatangani kontrak pembelian heron-TP yg dikustomisasi dg sistem misi buatan eropa…?

  2. Agus teguh berkata:

    Indonesia kapan punya…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!