Antonov Perkenalkan Drone MALE Pertamanya di Arms & Security 2018

MALEDefence Blog

ANGKASAREVIEW.COM – Dikenal sebagai spesialis perancang dan produsen pesawat angkut dari ukuran kecil sekelas An-28 hingga ukuran raksasa AN-225 Mriya, Antonov kini juga menawarkan pesawat intai tanpa awak. Konsepnya dihadirkan dalam pemeran senjata internasional Arms & Security di Kiev, Ukraina pada 9-12 Oktober 2018.

Dalam pameran ini, Antonov menampilkan model skala drone MALE (medim altitude long endurance) yang sosoknya sangat menyerupai drone EuroMALE buatan negara Eropa Barat (Perancis, Jerman, Italia dan Spanyol) yang mock-up-nya tampil perdana dalam pameran ILA 2018 di Berlin, Jerman.

Sama-sama menampilkan desain sayap rendah yang membentang panjang, drone ini dilengkapi sepasang mesin turboprop di depan sirip ekor model T. Yang membedakan dengan EuroMALE adalah bilah baling-balingnya menghadap belakang (mesin model pusher).

DroneAirbus Defence and Space

Dari spesifikasi yang dilansir, drone MALE Antonov ini memiliki dimensi panjang 13,9 m dan rentang sayap 24,6 m. Untuk MTOW mencapai 6.000 kg dan dapat membawa muatan antara 400-600 kg. Ketinggian terbang maksimumnya hingga 12.200 m dengan kecepatan jelajah 310 km/jam dan kecepatan terbang maksimum 420 km/jam.

Antonov merancang drone MALE-nya untuk melakukan misi dan tugas ISR (intelijen, pengawasan, pengintaian). Drone ini juga dapat digunakan sebagai wahana pencarian dan penyelamatan (SAR) baik dalam misi damai maupun perang dan mampu melakukan serangan presisi.

DroneAntonov

Di kelasnya, kelak drone MALE Antonov akan bersaing dengan MQ-9 Reaper dari AS serta Wing Loong II dan Rainbow CH-5 yang baru dari China. Bila para pesaingnya telah tersedia di pasar, drone MALE Antonov masih sebatas konsep. Sayangnya, drone bersenjata ini belum dirilis kapan akan diluncurkan (roll out) dan target penerbangan perdananya.

Sobat AR, bagi Antonov sendiri ini merupakan drone kedua yang digarapnya. Yang pertama adalah drone kecil bernama Horlytsya (turtle dove, sejenis merpati liar) dengan berat 200 kg, panjang 4,4 m, dan rentang sayap 6,7 m. Horlytsya telah sukses menjalani terbang perdana pada 8 November 2017 silam. Rencananya drone ini akan siap produksi tahun 2018 dan akan digunakan pertama oleh militer Ukraina.

Rangga Baswara Sawiyya

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!