Militer Turkmenistan Pamerkan Rantis Al Shibl 2 Buatan Arab Saudi

Al ShiblArmy Recognition

ANGKASAREVIEW.COM – Dalam sebuah parade militer memperingati Hari Kemerdekaan Turkmenistan ke-27 yang diselenggarakan di ibu kota Ashgabat pada 27 September 2018 lalu, salah satu alutsista yang ikut defile adalah kendaraan taktis Al Shibl 2 buatan Arab Saudi. Sebanyak delapan unit  rantis versi angkut pasukan (APC) mengikuti pawai, namun jumlah pasti yang dibeli dari Arab Saudi tak diketahui.

Sobat AR, ditengarai rantis Al Shibl 2 didapatkan militer Turkmenistan setelah kunjungan Presiden Gurbanguly Berdimuhamedov ke Riyadh, Arab Saudi tahun 2016 untuk menemui Raja Salman bin Abdulaziz al Saud. Dalam kunjungan kenegaraan tersebut kedua negara membahas berbagai masalah bilateral, termasuk di dalamnya adalah kerja sama pertahanan.

Al Shibl yang berarti Anak Singa ini pertama kali muncul dihadapan publik dalam pameran persenjataan IDEX 2013 yang berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Kendaraan ini diproduksi oleh Armoured Vehicles and Heavy Equipment Factory (AVF) anak perusahaan Military Industries Corp. yang memiliki pabrik seluas 200.000m² di Dammam, Arab Saudi.

AVF mengeluarkan dua varian, pertama versi short wheelbase (231 cm) dinamai AL Shibl 1 yang digunakan sebagai rantis intai ringan berawak tiga. Kedua, versi long wheelbase (318 cm) yang dinamai Al Shibl 2 sebagai kendaraan angkut pasukan APC berawak delapan orang. Kedua varian dibangun berdasar sasis kendaraan sipil Toyota Land Cruiser.

Al SiblArmy Recognition

Khusus bercerita mengenai Al Shibl 2 versi APC, rantis ini memiliki bobot tempur 4,6 ton dengan muatan total mencapai 1 ton. Berdimensi panjang total 5 m, tinggi tanpa kubah senjata 2,2 m, dan lebar 1,7 m. Sebagai tenaga penggerak menggunakan mesin bensin berdaya 221 hp yang mampu melarikan kendaraan hingga maksimum 120 km/jam.

Sebagai persenjataan standar, Al Shibl 2 dilengkapi kubah bersenjatakan senapan mesin 12,7 mm atau pelontar granat otomatis yang dioperasikan secara manual. Tersedia pula opsi untuk sistem senjata kendali jarak jauh (RCWS) dengan senapan mesin 12,7 mm atau rudal antitank. Sebagai perlengkapan perlindungan diri tambahan Al Shibl juga dilengkapi pelontar granat asap.

Al ShiblIstimewa

Awak kabin Al Shibl 2 terlindungi dengan aman dari hantaman rentetan peluru senapan serbu kaliber 5,56 dan 7,62 mm, artinya memiliki tingkat proteksi standar NATO STANAG 4569 Level 1. Untuk menghadapi kaliber yang lebih besar, AVF juga menawarkan paket proteksi tambahan. Rodanya menggunakan tipe run flatyang tetap bisa melaju meski tertembus peluru.

Sobat AR, Al Shibl 1 dan 2 secara efektif digunakan militer Arab Saudi dalam pertempuran di sepanjang perbatasan Arab Saudi dengan negara tetangganya Yaman di wilayah Najran dan Jizan untuk digunakan memerangi kelompok Houthi. Dalam konflik senjata yang berlangsung sejak 2015 ini, militer Arab Saudi  harus rela kehilangan beberapa ‘Anak Singanya’ karena sergapan milisi Houthi.

Rangga Baswara Sawiyya

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!