Tue. May 21st, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

‘Tumplek Blek’ Pameran Alutsista TNI di Monumen Nasional

2 min read
AH-64E ApacheErliansjah

ANGKASAREVIEW.COM – Dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke-73, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyelenggarakan pameran alutsista untuk dapat disaksikan langsung dari dekat oleh masyarakat umum. Pameran yang mengusung tema ‘Profesionalisme TNI Untuk Rakyat’ ini digelar di pelataran Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada 27-29 September 2018.

Beruntung bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya terutama bagi para pecinta dunia militer dan alutsista karena bisa menyaksikan ‘tumplek blek’ beragam peralatan perang TNI terbaru yang beberapa di antaranya baru pertama kali juga ditampilkan. Salah satunya adalah helikopter serang Boeing AH-64E Apache Guardian milik Puspenerbad. Heli diterbangkan langsung dari markasnya di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

Heli serang buatan AS yang pernah berjaya di Perang Teluk ini diakuisisi oleh Penerbad sebanyak delapan unit. Tiga helikopter pertama mendarat di Semarang pada 18 Desember 2017 yang diboyong oleh pesawat angkut berat Boeing C-17. Selanjutnya seremoni serah terima ke delapan Apache dilaksanakan pada 16 Mei 2018.

Selain menampilkan heli Apache yang masih kinyis-kinyis, Puspenerbad juga memboyong helikopter serbu Mi-35 buatan Rusia, lalu helikopter angkut serbaguna NBell412, juga heli ringan NBO-105 dan AS550 Fennec. Satu yang tak tampak pada gelaran hari pertama kemarin adalah helikopter angkut Mi-17.

Kerametal 4X4Erliansjah

Sobat Angkasa Review, alutsista lain yang juga menjalani debut adalah Aligator 4X4 (bukan Alligator) buatan Kerametal, Slowakia. Rantis amfibi ini dimiliki oleh Resimen Artileri Marinir TNI AL yang didatangkan bersamaan dengan peluncur roket multilaras RM-70 Vampir pada 2016. Penampilan perdana Aligator 4X4 terlihat saat mengikuti defile HUT TNI ke-72 tahun lalu.

P6 ATAVErliansjah

Selain alutsista buatan luar, TNI juga menampilkan produk dalam negeri. Di antaranya adalah rantis serbu P6 ATAV buatan PT SSE, Tangerang dan ILSV 4X4 buatan Engineering Service PTDI. Hadir pula rantis hasil kreasi Dislitbangad yakni rantis PJD Motoris dan rantis ringan jenis UTV yang sepertinya terinspirasi dari Polaris MRZR 4 yang digunakan oleh USSOCOM (Special Operations Command).

Kemo digital KopassusErliansjah

Selain peralatan tempur berat, dalam pameran yang digelar tepat di depan tugu Monumen Nasional ini juga ditampilkan peralatan tempur perorangan berupa senjata koleksi satuan TNI. Ditampilkan pula perlengkapan pendukung, salah satu yang menarik perhatian redaksi adalah seragam baru Kopassus dengan motif kamuflase digital.

Rantis BrimobErliansjah

Meski pameran ini diadakan dan dirayakan untuk memperingati HUT TNI, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang diwakili Korps Brimob turut bertarsipasi dengan menghadirkan alutsista miliknya. Tampak hadir di lapangan rantis Doosan Barracuda dan Daeji Wolf, keduanya buatan Korea Selatan serta ILSV 4X4 buatan Engineering Service PTDI.

Rangga Baswara Sawiyya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *