Kidon, Sang Bayonet Maut Mossad

KidonSofrep

ANGKASAREVIEW.COM – Fadi al-Batsh adalah seorang dosen teknik listrik yang mengajar di Universitas Malaya, Malaysia. Pria yang akrab disapa Fadi ini ditemukan tewas, akibat ditembak oleh orang tidak dikenal di depan tempat tinggalnya Kondominum Idaman Putri, Kuala Lumpur, Malaysia pada April 2018. Ia pertama kali datang ke Malaysia tahun 2011 setelah sebelumnya  tinggal di Gaza, Palestina.

Fadi dikenal sebagai ilmuan pembuat drone dan pembuat roket bagi Hamas. Banyak pihak mengaitkan kematian Fadi akibat pekerjaan kotor Mossad. Badan intelejen Israel itu dituduh atas dugaan pembunuhan terhadap Fadi. Namun, Mossad menampik tuduhan tersebut. Lembaga ini menyangkal segala tuduhan atas pembunuhan Fadi.

Dalam penyidikan Kepolisian Malaysia, ditemukan 10 tembakan pada tubuh Fadi. Penyerang menembak Fadi dari atas sepeda motor dari jarak yang sangat dekat. Dikutip dari laman Kumparan.com, Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid mengatakan pembunuhan ini memiliki hubungan dengan agen intelijen asing.

Baca: Intip Kerasnya Pelatihan Vityaz, Pasukan Baret Merah MVD

Mossad memang memiliki sebuah regu yang bertugas melakukan eksekusi terhadap target terpilih. Namanya Kidon, dalam bahasa Ibrani berarti bayonet.

Seperti sifat dasarnya, bayonet atau pisau tempur ini senyap dan mematikan. Kidon dilatih berbagai teknik pembunuhan yang sulit dibuktikan. Kidon juga dilatih cara melakukan sabotase tingkat tinggi.

Sejarah berdirinya Kidon berawal dari upaya penculikan mantan perwira NAZI, Adolf Eichmann, pada 1960. Ia diculik dari Argentina oleh tim yang dipimpin Isrel Harel, komandan Mossad pada era itu.

Namun demikian, sepak terjang Kidon yang paling terkenal adalah saat pelaksanaan Operation Wrath of God (Operasi Murka Tuhan). Operasi ini dilaksanakan sebagai pembalasan kematian 11 atlet Israel pada Olimpiade Munich tahun 1972.

Baca: Rahasia Kehebatan Pasukan SAS (Bagian 3)

Berbeda dengan anggota Mossad pada umumnya, Kidon mendapatkan pendidikan yang sedikit berbeda. Salah satu materi dalam pelatihan Kidon adalah menghafal jalan dan topografi kota-kota penting di seluruh dunia.

Karena Kidon banyak beroperasi di luar wilayah Israel, maka memiliki kemampuan topografi dan denah kota menjadi bagian yang sangat penting.

Bagaimana kiprah dan cerita tetang Kidon selanjutnya? Ikuti ulasan kami selanjutnya yang tentunya di Angkasa Review, sobat setia kapan dan di manapun Anda berada.

(RND)

Bagikan ini :

One Response to Kidon, Sang Bayonet Maut Mossad

  1. Agus teguh berkata:

    IIPAC…..mungkin saja jadi jln masuk agen yahudi ke nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!