“If We Hold On Together”, Kabadan yang Satu Ini Low Profile dan Sangat Mengayomi

Roni Sontani

ANGKASAREVIEW.COM – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (Ka BPSDMP) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, dalam sehari-hari biasa dipanggil dengan sebutan Kabadan. Lazim di instansi lainnya pun, sebutan Kabadan digunakan bagi pejabat yang memimpin suatu badan di instansi pemerintahan.

Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, M.Sc atau Hayati atau Ati, menjabat Kepala BPSDMP sejak 2 Mei 2018 usai dilantik oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama sejumlah pejabat Eselon I lainnya di Kantor Kementerian Perhubungan pada 2 Mei 2018.

Sebelumnya, wanita kelahiran Tanjung Karang, Lampung pada 23 Maret 2961 ini menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabadan Litbang) Kementerian Perhubungan RI.

Jabatan lain yang pernah diemban Hayati adalah Staf Ahli Bidang Ekonomi Kawasan dan Kemitraan Perhubungan Kementerian Perhubungan serta Staf Ahli Bidang Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Hayati menamatkan pendidikan formal di SMAN 3 Semarang (1980), S1 Teknik Sipil ITB (1987), dan S2 Urban Economic/Public Policy di University of Illinois, Amerika Serikat (1994).

Ramah dan membaur dengan para taruna

Memiliki pembawaan yang kalem, keibuan, dan ramah, Hayati menjadi figur yang dekat dengan para pejabat maupun jajaran di bawahnya. Bahkan, ketika beberapa kali berkunjung ke Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug di Tangerang, Banten tim Angkasa Review memergoki ia juga tak sungkan berbaur dengan para taruna maupun peserta didik bidang transportasi udara dari kalangan umum yang disiapkan oleh STPI/BPSDMP sebagai generasi yang punya kompetensi dan mental prima ini.

Roni Sontani

Mendapat perhatian dari Kabadan, anak-anak generasi milenial jelas sangat tersanjung dan segera mengabadikan momen itu dengan cara selfie menggunakan telepon genggam yang pada saat itu mereka memang sedang diperkenankan menggunakannya. Sementara pada kegiatan sehari-hari di kampus, penggunaan telepon genggam sangat dibatasi dan hanya pada saat hari libur atau akhir pekan saja mereka baru boleh menggunakannya.

Dengan penuh kebahagiaan, Hayati melayani permintaan selfie dari para taruna maupun peserta diklat. Seperti terlihat ketika ia usai memimpin upacara penutupan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Tahap II di Kampus STPI serta usai Upacara Yudisium Program Diplima STPI, Jumat (14/9/2018).

Tak hanya melayani permintaan selfie, ia pun berbincang-bincang langsung dengan para peserta diklat maupun taruna.

Roni Sontani

Saat penutupan DPM II di STPI, satu per satu perwakilan peserta DPM II ia wawancarai. “Coba saya ingin dengar, apa saja kesan yang didapat selama mengikuti diklat ini dan adakah manfaat yang didapat?” ujarnya.

Peserta diklat menjawab, ia sangat terkesan karena selain dibekali pendidikan keahlian, ternyata selama diklat di STPI mereka juga dibekali dengan pendidikan kedisiplinan.

“Apa yang akan dilakukan setelah ini?” tanya Hayati lagi. “Saya ingin mencoba melakukan usaha perawatan AC (pendingin udara) dan kulkas,” ujar Ahmad Rifai lulusan SMA di Rangkasbitung yang sudah tiga tahun berjualan asongan. Di STPI peserta ini mendapatkan diklat perawatan AC di lingkungan bandar udara.

stpiFery Setiawan

Kepada para peserta Diklat, STPI juga memberikan bantuan peralatan yang bisa digunakan untuk usaha mandiri seperti peralatan las dan lainnya. Hayati juga meminta agar para lulusan selanjutnya memberikan laporan perkembangan setelah lulus dari Program DPM ini.

Usai mewawancarai peserta diklat, Kepala BPSDM melayani sesi foto dengan para lulusan dan kemudian mengikuti acara tambahan lainnya. Saat para peserta diklat berjoget dan bernyanyi, Hayati ikut naik ke panggung dan bersama-sama menyanyikan lagu Bento penuh keceriaan.

Demikian halnya saat usai Upacara Yudisium Program Diploma STPI Curug yang meluluskan 251 taruna, Hayati kembali berbaur dengan mereka. Suasana penuh haru dan kegembiraan dengan para lulusan dan orang tua siswa itu, diakhiri dengan dendangan sebuah lagu yang diminta secara khusus dan dadakan oleh Hayati.

Roni Sontani

Kepala BPSDM minta lagu berjudul If We Hold On Together yang dipopulerkan oleh Diana Ross, yakni theme song dari film berjudul The Land Before Time di tahun 1988.

Tampaknya Kabadan di lingkungan Kementerian Perhubungan yang satu ini sangat terkesan dengan bait-bait yang tertulis di dalam lagu tersebut:

Don’t lose your way
with each passing day
You’ve come so far
Don’t throw it away
Live believing
Dreams are for weaving
Wonders are waiting to start
Live your story
Faith, hope and glory
Hold to the truth in your heart

Roni Sontani

If we hold on together
I know our dreams will never die
Dreams see us through to forever
Where clouds roll by, for you and I

Souls in the wind
Must learn how to bend
Seek out a star
Hold on to the end

Valley…Mountain
There is a fountain
Washes our tears all away
Words are swaying
Someone is praying
Please let us come home to stay

Roni Sontani

If we hold on together
I know our dreams will never die
Dreams see us through to forever
Where clouds roll by
For you and I

When we are out there in the dark
We’ll dream about the sun
In the dark we’ll feel the light
Warm our hearts…everyone

If we hold on together
I know our dreams will never die
Dreams see us through to forever
As high as souls can fly
The clouds roll by
For you and I ….

Roni Sontani

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!