Chappy Hakim di Upacara Yudisium STPI Curug: “Air and Space is Our Future”

Fery Setiawan

ANGKASAREVIEW.COM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) periode 2002-2005 yang juga seorang pakar dan pengamat penerbangan Marsekal (Purn) Chappy Hakim menyatakan, udara dan ruang angkasa (air and space) merupakan masa depan Bangsa Indonesia.

Hal itu ia katakan saat didaulat menyampaikan pidato mengenai pandangannya terhadap dunia penerbangan di Indonesia pada Upacara Yudisium Taruna Program Diploma Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, di Kampus STPI Curug, Tangerang, Banten, Jumat (14/9/2018).

Chappy menandaskan, hingga saat ini belum ada seorang pun yang bisa menentukan sampai di mana batas udara dan ruang angkasa. “Sehingga, kekayaan yang sangat luar biasa ini merupakan masa depan Bangsa Indonesia. Dan berbahagialah saudara-saudara yang berkecimpung di bidang penerbangan, karena di tangan Anda lah masa depan bangsa ini berada,” ujarnya disambut tepuk tangan lebih seribu orang yang berada di Gedung Serba Guna Kampus STPI Curug.

Sebagai orang yang sangat cinta dirgantara dan telah berkecimpung puluhan tahun di dunia ini, Chappy berharap agar para lulusan STPI dapat memberikan kiprah terbaiknya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui bidang pekerjaan masing-masing.

“Berbahagialah Sadara-saudara yang berkecimpung di dunia penerbangan, karena the leading sector of technology ada di bidang air and space. Dan di sana, berkumpul semua dari intisari pengetahuan (knowledge) yang berhubungan dengan manajemen dan kepemimpinan (leadership),” ujar penulis puluhan buku dan ratusan artikel mengenai penerbangan ini.

“Saudara menjadi pilot, Saudara menjadi teknisi, Saudara menjadi air traffic controller, apapun itu yang bertugas di bidang penerbangan, maka Saudara akan terikat dengan banyak hal-hal yang prinsip dari leadership dan teknologi,” tandasnya.

Fery Setiawan

Ditambahkan Chappy Hakim, yang harus menjadi perhatian dari konteks leadership dan manajemen adalah team work.

“Teknologi adalah sebuah sistem dan ini tidak banyak orang yang memahami atau kurang memahami, karena mereka tenggelam pada sektor bidang tugasnya sendiri. Padahal, mereka merupakan subsistem dari sistem yang lebih besar yang sangat menentukan perjalanan dari roga-roga gigi yang lebih besar. You are a system, dan ini harus dipahami terlebih dahulu dalam konteks pengabdian pada pekerjaan bidang air and space,” pesannya.

Chappy menegaskan, teknologi air and space ataupun aviation technology akan menjadi sangat dominan di masa mendatang. “Dan, apabila kita berkembang dalam lingkungan ini, maka Saudara-saudara akan terikat pada suatu standard operating procedure, terikat pada aturan-aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan baik di tingkat nasional maupun internasional. Dan ini artinya, memerlukan suatu disiplin yang sangat tinggi.”

Youtube

Di dalam dunia penerbangan, jelas mantan Ketua Tim Nasional Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi (EKKT) ini, ada tiga simpul yang tidak boleh dilanggar, yaitu disiplin yang tinggi, pengawasan yang terus menerus, dan hukuman yang dapat memberikan efek jera terhadap pelanggaran yang dilakukan.

Di dalam lingkungan yang serba teknologi ini, lanjut mantan Gubernur Akademi Angkatan Udara dan Komandan Jenderal Akademi TNI ini, semua peralatan harus dioperasikan oleh orang-orang yang diberi otorisasi dan mereka harus melaksanakannya sesuai regulasi.

“Maka dari itu, seirama dengan kemajuan dunia teknologi penerbangan, lulusan STPI akan menjadi salah satu bagian dari hal itu, sekaligus ini menjadi tantangan yang sangat besar.”

Youtube

Dicontohkan oleh Chappy, pada era 1970-an di tingkat internasional banyak dilaksanakan konferenesi, seminar, maupun pertemuan-pertemuan bidang penerbangan yang membahas mengenai bagaimana tertinggalnya air traffic control. Hal itu terjadi karena tingginya produk pesawat terbang dan tingginya permintaan terhadap air traffic systems. “Itu terjadi tahun 1970-an dan kita baru menyadarinya 40-50 tahun kemudian,” ujarnya.

Chappy menekankan, bahwa selalu ada tantangan yang di dalam tantangan itu senantiasa terdapat peluang yang sangat besar.

“Di sinilah, Saudara-saudara harus punya visi selain aksi. Nelson Mandela mengatakan, if you only have vision, you are the dreamer. If you only do action, you are wasting time. You have to have vision and action, so you can change the world,” ujar Chappy mengutip ujaran mantan Presiden Afrika Selatan yang meninggal di usia ke-95 itu.

Fery Setiawan

Di akhir pidatonya, Chappy Hakim menyampaikan ucapan selamat kepada para lulusan STPI yang akan segera diwisuda ini.

“Saya percaya, bahwa saya mewakili seluruh warga negara Indonesia yang hari ini turut bergembira menyaksikan kelulusan dan keberhasilan Saudara-saudara. Sejajar dengan kegembiraan ini, ada sebuah kalimat besar di mana Saudara-saudara berada pada satu posisi yang sangat penting, yang akan menentukan maju tidaknya negeri ini,” ujar dia.

“Sekali lagi saya sampaikan, nenek moyang kita memang orang pelaut, tetapi anak-cucu kita adalah insan dirgantara,” pungkas kelahiran Yogyakarta 17 Desember 1947 itu disambut gemuruh tepuk tangan.

Roni Sontani

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!