AD Korea Selatan Tampilkan Rantis Pemburu Tank K-153C Di DX Korea 2018

Jane's

ANGKASAREVIEW.COM – Angkatan Darat Korea Selatan (RoKA) memboyong koleksi alutsista terbaru miliknya berupa kendaraan taktis pengusung rudal antitank K-153C dalam pameran pertahanan internasional DX Korea 2018 yang berlangsung di Seoul pada 12-16 September.

Sobat AR, sistem K-153C adalah perpaduan antara kendaraan taktis ringan 4X4 berbasis KIA LTV (Light Tactical Vehicle) yang mengusung sistem rudal antitank Raybolt buatan LIG Nex1. Sebagai platform, K-153 mulai diperkenalkan pada tahun 2017 untuk menggantikan rantis ringan K-131 (KIA KM420) dan K-311 (KIA KM311).

Rantis K-153C memiliki dimensi panjang 5 m, lebar 2,6 m, dan tinggi 2 m dengan bobot mencapai 5 ton dan muatan hingga 1 ton. Sebagai tenaga penggerak menggunakan mesin diesel berdaya 225 hp. Kecepatan maksimumnya 130 km/jam dengan jangkauan operasi hingga 600 km.

Kendaraan taktis pemburu tank ini diawaki empat orang yakni pengemudi, komandan, penembak dan seorang loader senjata. Di atas atapnya terpasang sepasang rudal Raybolt siap luncur dan empat rudal cadangan lain tersimpan di bagasi belakang kendaraan.

DAPA

Sementara sistem rudal antitank (ATGM) Raybolt adalah sebuah rudal generasi ketiga antitank yang dikembangkan oleh LIG Nex1. Mulai dikembangkan sejak 2007 dan masuk jalur produksi tahun 2017 silam. Sobat AR, Raybolt didapuk menggantikan sistem rudal BGM-71 TOW milik AD Korea Selatan yang mulai uzur.

Sebagai fitur utama, Raybolt dilengkapi OLU (Observation and Launch) yakni perangkat akuisisi target menggunakan pencitraan termal siang/malam. Dengan sistem operasi tembak dan lupakan (fire & forget) sang operator dapat bergegas meninggalkan tempat sesaat setelah rudal meluncur tanpa harus memandunya hingga mengenai sasaran.

 Raybolt dilengkapi hulu ledak tandem dan bisa menggunakan metode serangan langsung dan serangan atas (direct attack & top attack). Dengan muatan hulu ledak HEAT, Raybolt mampu menghancurkan MBT (tank tempur utama) dilengkapi lapisan armor reaktif eksplosif (ERA). Kelebihan lain Raybolt yakni menggunakan propelan tanpa asap sehingga tak meninggalkan jejak.

DAPA

Selain digunakan di dalam negeri oleh RoKA dan Korps Marinir (RoKMC), LIG Nex1 juga mengekspor Raybolt ke Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan India serta telah diminati beberapa negara Amerika Latin. Versi panggul (MANPADS) Raybolt bahkan telah battle proven dalam Perang Saudara Yaman saat digunakan milisi yang didukung Arab Saudi menghadapi kelompok Houthi.

Sobat AR, kembali ke sistem K-153C, untuk bersaing dipasar global sang pemburu tank dari Negeri Ginseng ini harus bersaing ketat dengan produk serupa buatan AS yakni Humvee M1167 up-armored yang membopong sebuah rudal TOW serta sistem Kornet-D dari Rusia yang menawarkan rantis GAZ Tigr dengan dipasangi empat tabung siap luncur rudal antitank Kornet-EM.

Rangga Baswara Sawiyya

Bagikan ini :

One Response to AD Korea Selatan Tampilkan Rantis Pemburu Tank K-153C Di DX Korea 2018

  1. Sekar Dirgantara berkata:

    Raybolt ini kloningannya spike bukan om rony?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!