Gelar Latihan Perang Terbesar Vostok 2018, Tu-95 Bear Sukses Hancurkan Sasaran di Telemba

Marina Lystseva

ANGKASAREVIEW.COM – Vostok 2018, latihan perang terbesar Rusia sejak penyelenggaraan Zapad 1981 semasa Perang Dingin, kembali digelar pada 11-17 September ini di wilayah Timur Jauh Rusia dan Lautan Pasifik. Latihan selama satu minggu tersebut melibatkan 300.000 personel militer Rusia, 36.000 tank dan kendaraan tempur darat lapis baja lainnya, 1.000 pesawat, serta 80 kapal perang.

Tahun ini latihan yang dijuluki sebagai “War Games” ini juga diikuti China yang mengirimkan 3.200 prajurit, 900 kendaraan tempur darat, dan 30 pesawatnya. Pasukan Tirai Bambu mengambil tempat latihan di Siberia dan wilayah Timur Jauh lainnya.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan, Vostok 2018 dilaksankaan dengan tujuan utama memastikan kesiapan tempur Rusia termasuk kesiapan alutsista, prajurit, hingga para komandannya bilamana sewaktu-waktu mereka dikerahkan.

“Tujuan utama adalah mengecek kesiapan komando dan kendali kekuatan militer, perencanaan, pengelompokan ulang pasukan, dan meningkatkan kerja sama serta koordinasi antarkekuatan, darat dan lautan,” ujarnya kepada media, 4 September lalu.

Sementara Vostok, nama yang berarti Timur ini dipilih walaupun latihan tahunan ini dilaksanakan tidak selalu di wilayah Timur Jauh Rusia. Tahun lalu misalnya, latihan yang sama digelar di wilayah Barat (Zapad) Rusia dengan nama Zapad 2017.

Dari sisi pengerahan kekuatan, Vostok 2018 dapat dibilang  dua kali lipat dibanding penyelenggaraan Vostok 2014 silam.

Valery Gerasimov/REX

Valery Gerasimov, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia menyatakan, Vostok 2018 merupakan latihan perang dengan skema bertahan dan bukan melakukan latihan penyerangan terhadap negara lain.

“Manuver-manuver yang dilaksanakan dalam latihan ini bukan merupakan doktrin penyerangan, namun lebih kepada skema pertahanan,” kata dia sebagaimana dikutip Interfax, (12/9).

Serangan Tu-95MS

Meski dinyataka bukan latihan perang menyerang negara lain, dalam latihan terbesar Vostok 2018 tetap dilaksanakan pengoboman menggunakan rudal jelajah oleh pembom strategis Tu-95MS Bear.

Tu-95 dari Pasukan Kedirgantaraan Rusia (Russian Aerospace Force) ini sukses menghancurkan sasaran darat di Telemba, wilayah Buryatia. Menhan Shoigu kepada wartawan pada 12 September menerangkan, Tu-95 melepaskan rudal jelajah dari ketinggian 5.000 meter menuju sasaran yang dituju.

Pesawat tersebut terbang dari sebuah pangkalan di Timur Jauh berjarak 2.000 km dari sasaran yang dihancurkannya. Dalam penerbangan itu, Tu-95 mendapat pengawalan dari jet-jet tempur andalan Angkatan Udara Rusia Su-35S.

Dalam misi tersebut, Tu-95 juga sekaligus melaksanakan latihan pengisian bahan bakar di udara menggunakan pesawat tanker Il-78.

Su-35S/Dmitry Terekhov

Manuver lapangan latihan perang Vostok 2018 terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama pengerahan pasukan di wilayah Timur Jauh, penempatan armada laut di wilayah perairan Utara dan Timur Jauh, serta pengelompokkan kekuatan dan dukungan terhadap seluruh simulasi pertempuran yang dilaksanakan.

Pada tahap kedua, para komandan dan staf melaksanakan latihan komando dan kendali (C2) terhadap unit-unit gabungan serta melaksanakan simulasi pertahanan dan penyerangan.

Puncak manuver lapangan kekuatan darat dilaksanakan di Distrik Militer Timur yang meliputi Tsugol, Bamburovo, Radigino, Uspenovsky, Bikinsky.

Untuk kekuatan udara dan pertahanan udara dilaksanakan di Litovko, Novoselskoye, Telemba, dan Bukhta Anna. Sementara untuk kekuatan laut puncak manuver lapangan dilaksanakan di perairan Bering, Okhotsk, Avachinsky, dan Kronotsy bays.

Roni Sontani

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *