AD Korea Selatan Segera Dapatkan Panser Baru Hyundai Rotem K606 & K808

K808/DAPA

ANGKASAREVIEW.COM – Setelah menjalani masa uji hampir dua tahun, DAPA (Defense Acquisition Program Administration) pada Senin (10/9/2018) akhirnya memutuskan akan memproduksi massal panser baru K606 dan K808 buatan Hyundai Rotem. Kedanya akan digunakan oleh Angkatan Darat Republik Korea (RoKA).

Sobat AR, keputusan ini diambil setelah 16 panser praproduksi yang dibangun akhir Desember 2016 tersebut berhasil menjalani tes di unit-unit lapangan. Pengujian dilakukan oleh Divisi 25 dan Divisi 37 AD Korea Selatan yang puncaknya berlangsung dari April hingga Agustus 2018 silam.

DAPA menggelontorkan total anggaran 390,7 miliar won atau setara 358 juta dolar AS untuk mendapatkan 100 unit panser K606 berpenggerak 6X6 dan 500 unit K808 berpenggerak 8X8. Kedua panser tersebut akan menggantikan ranpur roda rantai (tracked) K200 KIFV yang sudah usang dimakan waktu.

Dalam perannya K808 akan didapuk untuk operasi penyebaran cepat unit infanteri serta menjadi wahana pengintaian dan operasi tempur garis depan bersama tank tempur utama (MBT) K1A1 dan K2. Sedangkan K806 yang lebih kecil akan digunakan untuk pertahanan area belakang dan wahana perlindungan konvoi logistik.

Sobat AR, baik K606 dan K808 menawarkan perlindungan yang tinggi terhadap awaknya. Lambungnya yang berbentuk huruf V didesain mampu meredam ledakan ranjau di bawah perut atau yang terlindas rodanya. Para awak duduk di kursi yang mampu meredam energi akibat goncangan ledakan.

Kulit bajanya mampu menahan tumbukan senapan serbu hingga kaliber 7,62 mm dan serpihan munisi artileri. Khusus sisi depan tahan terjangan peluru kaliber 12,7 mm. Sebagai opsi bisa ditambahkan perlindungan tambahan (armor add-on) melingkar, namun pastinya akan menambah bobot kendaraan.

DAPA

Untuk senjata tempur dan perlindungan dirinya, versi produksi panser K606 dan K808 hanya akan dipersenjatai senapan mesin 12,7 mm atau pelontar granat otomatis kaliber 40 mm dengan sistem operasi manual. Keputusan ini murni diambil untuk menekan biaya pengadaan. Namun pihak pabrikan tetap menawarkan opsi penggunaan RCWS atau kubah berkanon lebih besar bila memang dibutuhkan.

Untuk spesifikasinya baik K606 dan K808 diawaki dua kru, yakni pengemudi dan komandan ditambah 10 pasukan yang duduk saling berhadapan di kabin belakang. K808 memiliki dimesi panjang 7,2 m, lebar 2,7 m, dan tinggi 2,9 m. Untuk bobotnya K808 mencapai 20 ton sedang K606 kisaran 16 ton.

Sebagai penggeraknya, kedua panser mengandalkan mesin diesel turbo buatan Hyundai berdaya 420 hp yang di sandingkan dengan transmisi otomatis 7 percepatan dan 1 mundur. Mesin ditanam di bagian depan kiri samping pengemudi. Kendaraan ini menggunakan roda jenis run flat dan sistem kontrol tekanan udara ban dari kabin. Dua roda bagian depan dapat dikemudikan.

Panser K606 dan K808 bisa dibesut dengan kecepatan penuh 100 km jam dengan jangkaun operasi sejauh 800 km. Khusus K808 dilengkapi sepasang waterjet sehingga mampu berenang dengan kecepatan maksimum 10 km/jam. Kedua panser dapat mengatasi tanjakan 60 derajat dan kemiringan 30 derajat serta sanggup melintasi rintangan setinggi 50 cm dan menyeberangi parit 2 m.

K606/DAPA

Perjalanan pengembangan panser baru untuk AD korea Selatan ini cukup panjang. Pada tahun 2012 Sobat AR, perusahaan Hyundai Rotem (anak perusahaan Hyundai Motor Group) dengan panser KW1/KW2 Scorpion rancangannya berhasil menyingkirkan dua kontestan lain yakni Black Fox buatan Doosan (kini Hanwha) dan MPV garapan Samsung Techwin.

Sebagai pemenang Hyundai Rotem mendapatkan dana pengembangan sebesar 22,2 miliar won setara 19,7 juta dolar AS yang digunakan untuk pengembangan lebih lanjut KW1/KW2 mulai 2012 hingga 2016. Pada Mei 2016 panser ini bersalin nama menjadi KW606/K808 yang selanjutnya diproduksi sebanyak 16 unit dan digunakan untuk menjalani rangkaian uji oleh AD Korea Selatan.

Sobat AR, selanjutnya versi produksi panser K606/K808 akan dilaksanakan mulai Desember 2018 dimulai dengan batch pertama K808. Pabrik Hyundai Rotem akan memproduksi panser dengan kapasitas terpasang 100 unit per tahun. Artinya seluruh pesanan sebanyak 600 unit tersebut akan tuntas pada tahun 2023 mendatang.

Rangga Baswara Sawiyya

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!