REX-1, Penjagal Wahana Udara Mini Kreasi Kalashnikov

Youtube

ANGKASAREVIEW.COM – Mendengar nama Kalashnikov pembaca Angkasa Review pastinya langsung akan teringat pada sosok senjata serbu AK-47. Tentu tidak salah, AK-47 melambungkan nama Kalashnikov, pencipta senjata sejuta umat itu. Perlu pembaca tahu, bahwa senjata AK-47 dibuat oleh pabrik bernama Izhmash.

Pabrik ini begitu penting dan sering kali menjadi sasaran operasi intelijen untuk mengorek informasi sensitif dari pabrik yang paling terkenal tertutup di Negeri Beruang Merah tersebut. Setelah Uni Soviet bubar dan berganti nama menjadi Rusia, Paman Putin mengorganisasikan kembali Izhmash. Pabrik senjata ini bersalin rupa menjadi Kalashnikov Concern.

Sebagai pabrik pencipta senjata ringan dan sejumlah senjata berat, sudah sewajarnya apabila harus mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya adalah dengan menciptakan senjata berteknologi tinggi. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh pasukan Rusia yang bertempur di Suriah adalah serangan bom drone.

Kini wahana udara yang awalnya didesain untuk kegiatan fotografi dan video itu, dimanfaatkan oleh kelompok teroris dan pejuang kemerdekaan Suriah untuk menjadi peluru kendali. Walau berukuran kecil, para Desatnik dan pasukan Spestnaz ngeri jika harus berhadapan dengan bom drone.

Salah satu keunggulan dari bom drone adalah ukurannya yang kecil, sehingga menyulitkan deteksi oleh alutsista sekelas Pantsir. Apalagi drone sanggup terbang sangat rendah dan terbang dengan kecepatan tinggi. Sehingga, dibutuhkan cara untuk menghentikan serangan drone. Salah satu yang ditawarkan oleh Kalashnikov Concern adalah senjata pelumpuh drone.

Sputnik

REX-1, sebuah senjata non-lethal atau tidak mematikan, yang diciptakan untuk melumpuhkan drone hingga jarak satu kilometer. Selain melumpuhkan drone, REX-1 didesain untuk menghalangi sigyal telepon genggam dan pemancar internet atau WiFi.

Uniknya, Kalashnikov Concern mendesain REX-1 untuk dapat digunakan oleh kalangan sipil termasuk polisi. REX-1 mampu menghalangi pancaran sinyal GSM 5.6 dan 2.4 gigahertz. Perlu Sobat AR ketahui, kebanyakan bom rakitan dirancang dengan diledakan menggunakan sinyal GSM ataupun radio.

REX-1 juga dilengkapi berbagai macam fitur pendukung seperti collimator sight, GPS Jamming, sistem navigasi GLONASS, lampu strobo, laser, serta perekam video dan suara. Walau belum ada predikat combat proven, setidaknya REX-1 memberikan peluang bagi prajurit Rusia guna menanggulangi serangan bom drone yang sangat mematikan.

(RND)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *