Disiapkan untuk Ekspor, China Mulai Produksi Jet Latih Tempur Multifungsi FTC-2000G

Istimewa

ANGKASAREVIEW.COM – Mendengar nama FTC-2000G tentu kita akan ingat pada FTC-2000 Mountain Eagle atau dalam Bahasa Mandarin disebut ShanYing. Ini tidak lain adalah  jet latih tempur yang aslinya berkode JL-9 (JianLian).

Pesawat kategori LiFT (Lead-in Fighter Trainer) ini terbang perdana pada 13 Desember 2003 dan dibuat oleh Guizhou Aviation Industry Import/Export Company (GAIEC), China untuk Angkatan Udara China (PLAAF) dan Penerbangan Angkatan Laut China (PLNAAF).

FTC-2000 merupakan varian ekspor dari JL-9. Sudan menjadi negara pertama pengguna jet latih kursi ganda bermesin turbojet afterburning Guizhou Liyang WP-13 ini di luar China. Sudan memesan enam FTC-6000 di mana keenam pesawat telah diterima pada Mei 2018 lalu.

Sobat AR, sekilas cerita masa lalu, FTC-2000 juga sempat masuk dalam bursa calon pengganti Hawk Mk.53 TNI Angkatan Udara bersama dengan T-50 dari Korea, Yak-130 dari Rusia, dan L-159 dari Ceko.

Kembali ke FTC-2000G, pertanyaan kita apa bedanya dengan FTC-2000 yang sama-sama disiapkan sebagai pesawat varian ekspor?

Dari sisi rangka pesawat, FTC-2000G menggunakan basis FTC-2000 dan tetap menggunakan konfigurasi kokpit tandem (depan-belakang) sebagaimana umumnya jet latih tempur. Bedanya, FTC-2000G memiliki bobot maksimal lepas landas (MTOW) 1,2 ton lebih berat dari pendahulunya yakni menjadi 11 ton.

Dengan kapasitas bobot lebih tinggi, FTC-2000G dipersiapkan untuk bisa digunakan multifungsi sebagai penempur/serang ringan dan pesawat pengintai. Pesawat ini dilengkapi tujuh gantungan senjata dengan kapasitas 3 ton yang juga dapat digunakan untuk membawa reconnaissance pod maupun tanki bahan bakar tambahan.

FTC-2000G mulai menjalani proses perakitan pada Februari 2018 di pabrik Anshun, bagian dari Guizhou Aviation Industry di Provinsi Guizhou. Pesawat ini dijadwalkan melaksanakan penerbangan perdananya pada akhir September ini.

Selanjutnya untuk varian tempur dari FTC-2000G Sobat AR, rencananya akan ditampilkan secara dinamis dalam pameran Airshow China (Zhuhai Airshow) pada 6-11 November 2018 mendatang guna menarik minat calon pembeli.

AVIC

Korporasi Industri Penerbangan China milik negara (AVIC) yang menaungi GAIEC menyatakan, FTC-2000G disiapkan berdasar kebutuhan pasar internasional. FTC-2000G, kata AVIC, dapat digunakan sebagai pengganti beberapa pesawat jet latih yang siap purnabakti termasuk Alpha Jet buatan Dassault/Dornier.

Belum banyak data terkuak mengenai varian ekspor terbaru JL-9G ini. Hanya data-data umum dari brosur yang dikeluarkan pihak pabrikan dapat dilihat. Seperti dimensi pesawat dengan panjang 15,412 m, tinggi 4,805 m, bentang sayap 9,988 m, kecepatan terbang maksimum 1,4 Mach, jarak jelajah 1.650 km (menggunakan tanki bahan bakar internal), dan lama terbang 2 jam (menggunakan tanki bahan bakar internal).

Roni Sontani

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *