Antisipasi Ancaman MANPADS, Kemenhub Berguru kepada Inggris

inggrisSOFREP

ANGKASAREVIEW.COM – Seiring kemajuan teknologi, ancaman keamanan penerbangan semakin berkembang dan berbahaya. Untuk itu diperlukan mitigasi sejak dini dan melakukan komunikasi intensif antar stakeholder untuk mengantisipasi ancaman tersebut.

Terkait dengan hal tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Keamanan Penerbangan selama tiga hari (4-6 September) melakukan kegiatan Counter MANPADS Advisory Visit and Training Need Analysis atau pelatihan mitigasi dari ancaman sistem senjata panggul (man-portable air defence systems/ MANPADS) terhadap penerbangan.

Kegiatan tersebut menggandeng Angkasa Pura II, Kementerian Transportasi Inggris dan Kedutaaan Besar Inggris di Jakarta. Kegiatan yang digelar di Kompleks Bandara Soekarno Hatta itu dibuka oleh Direktur Keamanan Penerbangan Nur Isnin Istiartono dan dihadiri oleh jajaran Ditjen Perhubungan Udara, pengelola bandara, maskapai penerbangan, TNI-Polri dan stakeholder lainnya.

Dalam sambutannya, Isnin mengatakan acara itu merupakan salah satu mitigasi ancaman keamanan penerbangan dari MANPADS yang dimiliki secara ilegal oleh orang-orang yang terafiliasi dengan kelompok bersenjata.

Tetkait hal tersebut, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dalam Annex 17 amandemen 15 telah mengamanatkan kepada setiap otoritas penerbangan dunia untuk melakukan perlindungan terhadap pesawat udara dari ancaman MANPADS.

Indonesia sudah mengadopsi peraturan tersebut sejak September 2017 dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 80 Tahun 2017, yang mewajibkan Unit Penyelenggara Bandar Udara dan Badan Usaha Bandar Udara melakukan langkah-langkah keamanan untuk melindungi pesawat udara dari serangan MANPADS.

Baca Juga:

Keluarkan Sistem Baru, Benarkah Su-25 Rusia Bakal Kebal Terhadap Serangan MANPADS?

Malyutka, Si Kecil Peninggalan Uni Soviet, Rudal Kawat Pelahap Tank

“Counter MANPADS training project ini merupakan kegiatan yang sesuai untuk membahas dan mendiskusikan lebih lanjut mengenai ancaman-ancaman yang ditimbulkan oleh MANPADS serta bagaimana langkah-langkah penanggulangannya pada dunia penerbangan. Inggris telah mempunyai banyak pengalaman, jadi bisa kita jadikan referensi,” terang Isnin, Selasa (4/9/2018).

Isnin berharap dalam forum itu dapat dilakukan pertukaran informasi, gagasan dan ide-ide brilian untuk mewujudkan keamanan penerbangan yang kuat yang dapat menunjang kegiatan operasional penerbangan nasional.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknik dan Operasi AP II, Djoko Murjatmojo mengapresiasi acara yang dilaksanakan di bandara yang dikelolanya.

Menurutnya, yang paling penting terkait keamanan penerbangan adalah adanya sistim pengamanan yang baik dan kerja sama antar stakeholder penerbangan dengan lingkungan dan masyarakat di sekitar bandara.

“Acara ini sangat penting. Walaupun belum pernah mengalami ancaman terkait MANPADS, kita tetap harus mengantisipasinya. Kami di Angkasa Pura II selalu komit mengikuti aturan-aturan keamanan penerbangan yang ada,” tandasnya.

(ERY)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *