Thu. Jun 13th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

Ranpur Nurol Yoruk 4X4 Mulai Diproduksi Turki untuk Militer Qatar

3 min read
Nurol Makina

ANGKASAREVIEW.COM – Perusahaan pertahanan asal Turki, Nurol Makina ve Sanayi A.S (NMS) pada akhir Juni 2018 menyelenggarakan “Factory First Exit Ceremony” untuk produk ranpur terbaru mereka yang dinamai Yoruk (Nomad). Acara tersebut menandai mulai dijalankannya produki massal pertama ranpur Yoruk yang dipesan oleh Qatar.

Sobat AR, Nurol mulai memperkenalkan konsep ranpur baru serbaguna yang semula dinamai NMS 4X4 tersebut pada perhelatan pameran pertahanan internasional IDEF ke-13 pada Mei 2017 di Ankara, Turki. Meski mendapat banyak perhatian saat itu, namun NMS 4×4 belum mendapat pinangan kala itu.

Selanjutnya perusahaan Nurol kembali memboyong ranpur NMS 4×4 pada pameran pertahanan internasional DIMDEX yang diadakan di kota Doha, Qatar pada Maret 2018. Nah, dalam acara DIMDEX inilah NMS 4X4 mulai mendapatkan order pertamanya dari militer Qatar.

Bagi militer Qatar, NMS 4X4 (selanjutnya dinamai Yoruk) adalah produk Nurol ke-2 yang memperkuat armadanya. Sebelumnya negara berada di semenanjung kecil Jazirah Arab ini telah mengakuisi 400 ranpur Nurol Ejder Yalcin 4X4, di antaranya pengusung rudal antitank Kornet dan pembawa rudal antipesawat jarak pendek Igla.

Lalu apa kehebatan yang ditawarkan Yoruk sehingga Qatar mau menjadi pengguna pertama? Sobat AR, seperti kakaknya Ejder Yalcin 4X4, Yoruk juga tergolong sebagi ranpur MRAP atau yang bisa tahan terhadap ledakan ranjau darat maupun IED setara ledakan 6 kg TNT di bawah perut atau rodanya. Kulit bajanya juga mampu meredam peluru senapan serbu hingga kaliber 7,62 mm.

Nurol Makina

Dibanding Ejder Yalcin 4X4, dimensi Yoruk juga lebih kecil sehingga sangat cocok untuk pertempuran dalam kota atau pemukiman. Ranpur ini radius putarnya hanya 6 meter. Panjang badannya 4,9 m, lebar 2,4 dan tinggi 2,1 m. Berat totalnya mencapai 8 ton dengan muatan hingga 4 ton. Yoruk diawaki 9 prajurit, dua di kabin depan, tiga di baris tengah, dan empat lainnya di bangku belakang.

Yoruk didukung mesin diesel berdaya 300 hp dan menggunakan transmisi otomatis. Mampu melaju di jalan rata dengan kecepatan maksimum 140 km/jam dengan jangkauan operasi hingga 700 km. Yoruk juga mampu menelusuri lereng berkemiringan 40% dan tanjakan curam 70% serta mampu melewati rintangan setinggi 50 cm dan melintasi parit selebar 90 cm.

Untuk nyaman melintasi medan kasar, Yoruk dilengkapi suspensi independen penuh, lalu sistem differential lock, serta sistem rem ABS. Menggunakan ban diameter besar 335/80 R80 tipe run flat dan dilengkapi sistem inflasi ban sentral (CTIS) yang mampu menambah dan mengurangi tekanan angin roda dari dalam kabin sesuai dengan permukaan jalan.

Nurol Makina

Sobat AR, kelebihan lain yang ditawarkan Nurol pada Yoruk adalah kemudahannya untuk dikembangkan dalam berbagai varian seperti kendaaraan intai bersenjata, patroli perbatasan, angkut pasukan (APC), angkut logistik, ranpur antitank yang dilengkapi ATGM, dan juga pengusung rudal antipesawat jarak dekat.

Untuk persenjataan standar bela diri, Yoruk ditawarkan menggunakan stasiun senjata jarak jauh SARP (Stabilized Advanced Remote Weapon Platform) buatan ASELSAN dari Turki dengan pilihan senjata berupa senapan mesin kaliber 7,62 mm atau 12,7 mm. Selain itu ditawarkan juga proteksi tambahan yang dapat dilepas-pasang (add-on) yang sanggup menghadapi senapan mesin hingga 12,7 mm.

Dengan datangnya pembeli pertama untuk Yoruk, Nurol juga mengharapkan datang order susulan dari negara lain dan tentunya dari militer dalam negeri sendiri. Namun, untuk merebut pasar di tanah kelahirannya, Yoruk harus bersaing keras dengan Otokar Cobra II yang menjadi rival terdekatnya dan telah battle proven digunakan militer Turki menghadapi militan Kurdi di perbatasan Suriah.

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *