Thu. Jun 20th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

PEMZ Spetsmash Tawarkan SAMUM, Ranpur Pengusung Kanon Serbaguna ZU-23M1

3 min read
samumLive Journal

ANGKASAREVIEW.COM – Terinspirasi penggunaan kendaraan pick-up komersial dengan mengusung sistem kanon pertahanan udara yang jamak digunakan oleh para milisi dalam konflik senjata di Timur Tengah, perusahaan pesenjataan asal Rusia JSC Podolsky Electromechanical Plant of Special Engineering (PEMZ Spetsmash) turut melansir kendaraan serupa yang dinamai Samum (Sandstorm).

Sobat AR, hal yang membedakan adalah bila para milisi di Suriah, Iraq dan Yaman umumnya menggunakan Toyota Land Cruiser seri 70 atau 75, Podolsky menggunakan kendaraan lapis baja GAZ Tigr 4×4 untuk produknya. Tentu saja Land Cruiser tak memiliki perlindungan sama sekali untuk para awaknya.

This slideshow requires JavaScript.

Kabin bagian belakang GAZ Tigr dibuang, digantikan dek dengan permukaan rata. Di atasnya ditempatkan kanon multi laras serbaguna ZU-23M1 yang dapat digunakan untuk menghancurkan target di darat sejauh 2,5 km atau target udara pada ketinggian hingga 1,5 km.

Kanon ZU-23M dapat dioperasikan secara otomatis atau manual dan bisa berputar 360 derajat dengan sudut elevasi dari -10 hingga +90 derajat.

Kanon ZU-23M1 dapat menembakkan masing-masing 50 -100 putaran munisi kaliber 23x152B, yang sistem kerjanya menggunakan gas. Biasanya, setelah penembakkan 100 putaran laras terlalu panas, sehingga harus diganti laras cadangan yang menjadi bawaan standarnya.

samumLive Journal

Di bawah dek tempat kanon bertengger dirancang sebagai ruang kargo serbaguna untuk membawa perlengkapan dan perbekalan awak. Ruang itu juga digunakan sebagai tempat menyimpan munisi cadangan sebanyak 1.000 butir serta tempat menaruh jerigen bahan bakar.

Sobat AR, Samum cukup diawaki hanya dua orang, yakni pengemudi dan operator senjata. Dalam pergerakannya para awak Samum di jamin aman dari berondongan senapan serbu atau senapan mesin ringan berkaliber 7,62 mm. Kulit bajanya juga kebal terhadap serpihan munisi artileri, namun tak bisa melindungi awaknya dari ledakan ranjau.

Secara tampilan, Samum terlihat kompak. Ranpur ini berdimensi panjang 5 m, lebar 2,75 m dan tinggi 2,75 m. Bobot tempur kendaraan mencapai 6,5 ton dan bisa membawa kargo tambahan hingga 1,5 ton. Dapur pacunya menggunakan mesin diesel berdaya 200 hp yang sanggup melarikan kendaraan hingga kecepatan maksimum 160 km/jam dengan jangkauan operasi mencapai 1.000 km.

samumLive Journal

Sang Badai Pasir pertama kali ditampilkan dalam ajang ARMY-2017 yang dilaksanakan 22-27 Agustus tahun lalu di Moskow, Rusia. Sobat AR, selain ditawarkan sebagai kendraan patroli dan kawal, Podolsky juga menggadang Samum sebagai kendaraan serbu dengan mobilitas tinggi.

Saat pameran, Samum dilabur warna cokelat gurun yang menjadi awal inspirasi perancangan dan sekaligus menjadi sasaran utama pasarnya.

Berkisah mengenai ZU-23 (dikenal juga sebagai ZU-23-2), merupakan sebuah kanon yang mulanya dirancang sebagai senjata antipesawat (bahasa Rusia: Zenitnaya Ustanovka). Kanon ini mulai dikembangkan oleh biro KBP atas pesanan militer Uni Soviet.

Baca Juga:

Potensial Dikembangkan, Ranpur PJD Motoris Kreasi Dislitbangad

Viral, Rekaman Video Pertempuran Sengit Green Berets Kala Disergap ISIS

Kanon ZU-23 mulai diproduksi masal pada tahun 1960 dan turunanya masih dioperasikan hingga sekarang oleh militer di 63 negara. Sobat AR, hampir seluruh palagan di dunia pernah melibatkannya. Di Uni Soviet saja sekitar 140.000 unit telah dibuat. Jumlah itu tidak termasuk dengan yang dibuat secara lisensi di Bulgaria, Finlandia, Ceko, Slowakia dan Mesir, serta tiruannya yang dibuat oleh China dan Iran.

Sebagai penerus Uni Soviet, saat ini di Rusia turunan ZU-23 diproduksi oleh JSC Podolsky Electromechanical Plant of Special Engineering (PEMZ Spetsmash) yang melansir varian ZU-23M1. Versi ini memiliki sistem kontrol tembakan yang ditingkatkan. Sebagai opsional, versi ini dapat dilengkapi dengan dua peluncur rudal antipesawat jarak pendek 9M342 Igla-S.

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *