Fri. Jun 14th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

Mi-26T2V, Helikopter Raksasa Terbaru Rusia Tampil Perdana di ARMY-2018

4 min read
army-2018Roni Sontani

ANGKASAREVIEW.COM – Baru saja menyelesaikan penerbangan perdananya tanggal 19 Agustus 2018 lalu, heli raksasa versi terbaru militer Rusia, Mi-26T2V langsung diboyong ke ARMY-2018. Pameran dan forum militer international bergengsi ini digelar selama 21-26 Agustus 2018 di fasilitas pelatihan yang terletak di Sverdlovsky-Moskow.

Pengembangan Mi-26T2V mulai dilaksanakan pada musim gugur 2016. Saat itu Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia memesan versi khusus militer yang dapat lepas landas dan mendarat dari di situs yang tidak siap. Selain itu dibutuhkan juga performa wahana yang mampu beroperasi di segala cuaca, termasuk tempat beriklim ekstrim seperti wilayah Artik dan Siberia.

Sobat AR, Mi-26T2V adalah varian upgrade dari versi angkut Mi-26T2 yang mulai diproduksi sejak bulan Mei 2015. Yang membedakan dengan versi sebelumnya, Mi-26T2V menerapkan sistem avionik baru yang terintegrasi NPK90-2V (BREO-26 yang didesain untuk meringankan kerja pilot).

Suite avionik baru ini dilengkapi komputer penerbangan digital dan manajemen misi baru, sehingga memungkinkan kru untuk terbang dengan mode otomatis sepenuhnya. Pesawat dapat mengikuti rute yang telah ditentukan, tiba di titik yang telah ditentukan. Tak hanya itu, sistem peralatan baru ini memungkinkan Mi-26T2V untuk melakukan pendekatan dan manuver pendekatan akhir serta kembali ke aerodrome utama atau alternatif.

army-2018Ron

Mi-26T2V juga mendapatkan sistem navigasi dan komunikasi yang telah ditingkatkan dengan dukungan NAVSTAR/GLONASS dan pengenalan terminal komunikasi satelit. Heli ini juga menggunakan kokpit digital dengan tampilan warna multifungsi serta dilengkapi indikator yang secara signifikan mengurangi beban kerja kru.

Varian baru ini juga memiliki Vitebsk Airborne Defensive, yakni suite pendeteksi ancaman dari rudal antipesawat. Suite ini memungkinkan kru untuk mengambil manuver mengelak dan menebarkan flare untuk mengecoh rudal pencari panas.

Sobat AR, selain itu pilot Mi-26T2V dilengkapi NGV (night vision goggle) untuk operasi saat malam yang gelap gulita serta mendapatkan kursi antibenturan baru untuk meminimalisir dampak kecelakaan.

Dalam hal kinerja, tak ada perbedaan antara Mi-26T2 dengan versi baru Mi-26T2V. Keduanya memiliki berat lepas landas maksimum 56.000 kg dengan muatan hingga 20 ton. Dalam perutnya mampu menampung 90 pasukan payung atau 60 tandu dalam misi medevac (medical evacuation). Bahkan Sobat AR, truk ranpur seperti BTR-80 bisa dibawanya.

Mi-26T2V berdimensi panjang 40 m, tinggi 8,1 m dan memiliki diameter rotor 32 m. Sebagai perbadingan, rotor ekor (belakang) Mi-26 diameternya sama dengan rotor utama heli MD-500 buatan MD Helicopters. Untuk mengoperasikan heli raksasa ini dibutuhkan lima orang kru yang terdiri dari 2 pilot, 1 navigator, 1 flight engineer dan seorang 1 flight technician.

army-2018Roni Sontani

Hingga saat ini tak ada heli sebanding dengannya. Tak heran bila Mi-26 masih memegang rekor heli terbesar sejagat raya sejak tahun 1982 dari FAI (Fédération Aéronautique Internationale).

Sobat AR, untuk mengangkat badannya yang bongsor digunakan sepasang mesin turboshaft PD-12V buatan Aviadvigatel yang masing-masing berdaya 12.000 shp. Kecepatan terbang maksimumnya mencapai 295 km/jam, sedangkan kecepatan jelajah 255 km/jam.

Mesin tersebut sanggup mengangkat heli hingga ketinggian terbang maksimum 4.600 m dan ketinggian melayang (hovering) 1.520 m. Jangkauan operasi Mi-26T2V mencapai 800 km dan bila menggunakan empat tanki tambahan menjadi 905 km.

Baca Juga:

Pertama Kali, Russian Helicopters Akan Perlihatkan Varian Terbaru Mi-26T2V di Ajang Army-2018

Perjalanan ke Rusia (Bagian 2: Melihat Museum Helikopter Kazan)

Sobat AR, berdasarkan sejarahnya, Mi-26 mulai dikembangkan pada awal tahun 1970-an sebagai pengganti heli Mi-6 dan Mi V-12 (yang tak jadi masuk jalur produksi). Kode pengembangannya adalah Izdeliye 90 (Project 90) yang perancangannya ditangani oleh Marat Tishchenko, anak didik Mikhail Mil, sang pendiri biro desain OKB-329 (Biro desain Mil Mi).

Heli yang dijuluki ‘Halo’ oleh NATO ini menjalani terbang perdana pada 14 Desember 1977 dan pesawat produksi pertama diluncurkan pada tanggal 4 Oktober 1980. Selanjutnya varian militer resmi memasuki dinas untuk militer Uni Soviet tahun 1983 dan versi sipil oleh Aeroflot tahun 1985.

Kemudian JSC Rostvertol, anak perusahaan Russian Helicopters (bagian dari Rostec State Corp.) ditunjuk sebagai pabrik manufaktur untuk keluarga Mi-26. Dari kawasan pabriknya yang berada di wilayah Rostovon Don telah digelindingkan sebanyak kurang lebih 316 unit dari seluruh total 14 varian yang ada. soal populasi, keluarga heli ini telah digunakan oleh 16 operator militer dan empat operator sipil diseluruh dunia.

army-2018Ron

Khusus Mi-26T2V, ini merupakan heli versi baru yang merupakan pesanan khusus dari Kemhan Rusia untuk dioperasikan oleh Angkatan Udara Rusia. Pengadaannya sendiri akan dimasukkan dalam program persenjataan negara untuk tahun 2018-2027. Namun tak dijelaskan berapa jumlah heli yang akan dibeli juga waktu penyerahannya, Sobat AR.

Lalu bagaimana dengan Indonesia yang juga tertarik dengan Mi-26 Halo ini? Tahun 2016 lalu pernah tersiar kabar bahwa TNI-AD akan membeli sejumlah heli Mi-26, bahkan disebut-sebut Penerbad akan mulai mendapatkannya pada tahun 2019. Jika ini benar, dipastikan TNI AD akan memperoleh versi Mi-26T2 bukan versi Mi-26T2V yang baru.

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *