Mangkrak Hampir Dua Tahun, MQ-8C Fire Scout Segera Gelar Debut Karir

fire scoutUS Navy

ANGKASAREVIEW.COM – Pengembangan helikopter nirawak (tak berawak) MQ-8C buatan Northrop Grumman mengalami kemajauan yang pesat, setelah mangkrak hampir dua tahun. Terakhir pada 29 Juni 2018 silam, heli berjulukan Fire Scout ini telah menyelesaikan uji operasi awal dan evaluasi operasional (IOT&E) secara komprehensif di atas kapal jenis Littoral Combat Ship, LCS-4 Coronado di lepas pantai California Selatan.

Sebanyak dua unit MQ-8C dievaluasi oleh Air Test & Evaluation Squadron 1 (VX-1), Sobat AR. Tim uji ini bertugas mengembangkan dan mengevaluasi praktik-praktik untuk misi operasi dan pemeliharaan MQ-8C. tim ini juga bekerja untuk mengkombinasikan peran MQ-8C dari atas kapal bersama heli berawak MH-60S Seahawk.

Bagi awak kapal LCS-4, pengoperasian helikopter tanpa awak ini menjadi kerjaan yang tak asing lagi. Karena kapal tempur litoral ini telah dilengkapi dengan heli tanpa awak MQ-8B sebanyak dua unit yang diopersikan oleh Skadron Helikopter 23.

Selain misi IOT&E, selama uji coba (2016-2017) MQ-8C ke wilayah Pasifik Barat, LCS-4 berhasil menggunakan MQ-8C sebagai sensor organik untuk menyerang target di luar jangkauan visual menggunakan rudal anti kapal (permukaan ke permukaan) jenis Harpoon.

fire scoutUS Nav

Sobat AR, MQ-8C adalah helikopter tak berawak intai terbesar saat ini yang dikembangkan AS. Dirancang untuk dapat dikerahkan dari platform darat dan laut untuk melakukan misi ISR (intelijen, pengawasan & pengintaian), dukungan tembakan udara dan penargetan presisi untuk pasukan di tiga matra. Selain itu, MQ-8C juga memiliki peran sebagai wahana pasokan kargo.

Northrop Grumman mulai mendapatkan kontrak pembangunan sebesar 262,3 juta Dolar dari Angkatan Laut AS untuk membangun dua purwarupa uji dan enam pesawat pra produksi. Bila pada varian sebelumnya MQ-8B menggunakan basis helikopter Schweizer 333 maka pada versi MQ-8C Northroop Grumman memilih heli Bell 407 yang lebih besar sebagai platformnya.

Dengan menggunakan basis heli baru ini, Sobat AR, MQ-8C memiliki kinerja yang jauh lebih baik dibanding MQ-8B. Durasi terbangnya meningkat jadi 12 jam dibanding MQ-8B yang hanya 8 jam.

Tak hanya itu, muatan bawaan juga bertambah hingga 1.300 kg dibanding pendahulunya yang hanya 272 kg. Jangkauan operasinya pun kini mencapai 280 km dibanding MQ-8B yang hanya 203 km.

fire scoutUS Navy

MQ-8C memiliki dimensi panjang total 10,6 m, diameter rotor 11,2 m dan tinggi 3,3 m. Untuk menerbangkan heli dengan MTOW 2,721 kg ini, Sobat AR, dipilih mesin baru Rolls-Royce 250-C47E berdaya 813 shp. Mesin ini mampu melarikan heli pada kecepatan jelajah 246 km/jam terbang pada ketinggian maksimum 5.698 m.

Untuk indranya, MQ-8C dilengkapi dengan radar pencarian permukaan, radar aperture sintetis, inverse SAR dan kemampuan mode cuaca. Northrop Grumman telah memasang radar AN/ZPY-1 STARLite pada purwarupa MQ-8C meski tak ada persyaratan dari AL.

Pada 26 Mei 2016, NAVAIR menandatangani kontrak penyematan radar AESA ringan Osprey 30 untuk ditempatkan pada MQ-8C.

Sobat AR, Angkatan Laut AS sendiri saat ini masih mengoperasikan sebanyak 28 unit seri MQ-8B dan kelak akan ditambah sebanyak 68 unit MQ-8C.  Operasional MQ-8C sendiri telah tertunda hampir dua tahun dari target yang direncanakan sebelumnya, yakni pada tahun 2016. Nantinya MQ-8C akan dioperasikan dari kapal tempur litoral Freedom Class dan Independence Class.

Baca Juga:

Army-2018: Ilmuan Rusia Akan Pamerkan Drone Helikopter Bersistem Goniometrik

BPV-500, Drone Intai VTOL untuk Kapal Patroli Rusia Terbaru Vasily Bykov

Selain Angkatan Laut AS, MQ-8C juga telah dipinang oleh Angkatan Laut Jepang untuk beroperasi dari atas kapal serbu amfibi kelas Izumo.

Heli tanpa awak ini akan digunakan sebagai wahana sensor organik untuk menyerang target di luar jangkauan visual. MQ-8C juga akan mengemban tugas melakukan pengintaian dan membantu mengendalikan situasi pertempuran di sekitar formasi kapal serbu Izumo.

Rangga Baswara Sawiyya

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!