SPR-4, Senapan Runduk Buatan Pindad dengan Munisi Spesial .388 Lapua Magnum

Pindad

ANGKASAREVIEW.COM – Dalam perancangan dan pengembangan Senapan Penembak Runduk (SPR), Divisi Senjata Pindad boleh dibilang memiliki lini produk yang lengkap. Mulai dari SPR-2 kaliber 12,7 mm, SPR-3 kaliber 7,62 mm, dan terakhir melansir SPR-4 dengan kaliber peluru 8,6 mm atau dikenal juga sebagai kaliber 0.388 inchi (.388 Lapua Magnum).

Pindad mulai memperkenalkan produk barunya SPR-4 pada 9 Oktober 2017. Bukan dari kawasan pabrik senjatanya di Kiara Condong, Bandung melainkan di Turen, Malang. Peluncuran bersamaan dengan acara peletakan batu pertama perluasan pabrik MKK (Munisi Kaliber Kecil) dari Divisi Munisi Pindad tersebut.

Sobat AR, kehadiran SPR-4 terbilang spesial karena tak memakai munisi standar yang biasa dipakai senapan runduk pada umumnya, melainkan jenis peluru yang memang diciptakan khusus untuk senapan sniper. Sebuah peluru rimless dengan bentuk bottle necked berukuran 8,6×70 mm yang mampu melumpuhkan sasaran lunak juga mempunyai kemampuan antimaterial meski tak sekuat peluru kaliber 12,7 mm.

Pindad membangun SPR-4 untuk mengisi celah ruang tembak dari kedua senapan runduk yang menjadi pendahulunya di mana SPR-2 kaliber 12,7 mm memiliki jangkauan tembak efektif hingga 2.000 m. SPR-3 kaliber 7,62 mm memiliki jangkauan 700 m. Sementara SPR-4 berada di tengahnya yang bisa melumpuhkan sasaran hingga jarak 1.500 m.

Pindad

Sobat setia AR, bila diperbandingkan satu dengan yang lain, SPR-2 kaliber 12,7 mm memang jauh lebih dahsyat jangkauan dan daya rusaknya. Tetapi, senjata ini terlalu berat untuk dibawa seorang penembak runduk dalam operasinya. Sedangkan SPR-3 jangkauannya terbatas di bawah 800 m, namun termasuk disukai para sniper karena bobotnya yang relatif lebih ringan.

SPR-2 yang siap pakai dengan lima peluru memiliki bobot total 19,5 kg. SPR-3 dengan magasin berisi lima peluru beratnya mencapai 6,94 kg. Sementara SPR-4 juga bermagasin lima peluru memiliki bobot 12 kg.

Dalam hal panjang, SPR-4 berada di tengah-tengah yakni sekira 130 cm, sementara SPR-3 berdimensi panjang 125 cm dan SPR-2 mencapai 175 cm.

Untuk operasionalnya, SPR-4 menganut sistem kerja bolt action dengan sistem penguncian putar. Menggunakan laras twist 1:10 dengan ujungnya dilengkapi peredam hentakan dan suara.

Pindad

Tampilan keseluruhan SPR-4 terlihat modern dan tambah menarik dengan laburan warna coklat gurun. Bodinya terbuat dari rangka alumunium dan dilengkapi RIS (rail integration system) untuk penempatan aksesoris.

Kehadiran SPR-4 tentunya membawa angin segar bagi TNI untuk mempersenjatai prajuritnya dengan senapan andal buatan dalam negeri. Seperti diketahui, Kopassus TNI AD sebelumnya telah memiliki senjata sejenis AWM 338 (L115A3) buatan Accuracy International, Inggris dan juga telah menggunakan SPR-2 buatan Pindad. Bukan tak mungkin SPR-4 juga akan segera menyusul untuk diadaptasi.

Rangga Baswara Sawiyya

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *