Ini Dia 8 Atlet Paralayang Indonesia yang Akan Berlaga di Asian Games 2018

Tagor Siagian/PB FASI

ANGKASAREVIEW.COM– Pelatih Kepala Pelatnas Tim Paralayang Indonesia untuk Asian Games 2018, Gendon Subandono, telah menetapkan delapan atlet cabang olahraga (cabor) dirgantara Paralayang yang akan berlaga mewakili Indonesia di ajang kejuaraan olahraga terbesar se-Asia ini.

Ke delapan nama ini dipilih dari 18 atlet yang telah mengikuti kegiatan Pelatnas Paralayang di wilayah Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Mereka yang terpilih adalah:

Putri:

  1. Ike Ayu Wulandari (Jawa Timur, 23 thn)
  2. Rika Wijayanti (Jawa Timur, 24 thn)
  3. Lis Andriana (Kalimantan Timur, 35 thn)

 Putra:

  1. Aris Afriansyah (Banten, 24 thn)
  2. Hening Paradigma (Jawa Tengah, 32 thn)
  3. Roni Pratama (Jawa Timur, 22 thn)
  4. Joni Efendi (Jawa Timur, 28 thn)
  5. Jafro Megawanto (Jawa Timur, 22 thn)

Cabor Paralayang di Asian Games 2018 akan memperebutkan enam medali emas, perak, dan perunggu untuk tiga nomor perlombaan. Ketiganya adalah:

Nomor Perlombaan:

  1. Ketepatan Mendarat (KTM) Perorangan Putri dan Putra
  2. Ketepatan Mendarat (KTM) Beregu Putri dan Putra serta
  3. Lintas Alam (XC/Cross Country) Beregu Putri dan Putra
Tagor Siagian/PB FASI

Hingga saat ini INASGOC telah menerima pendaftaran 99 atlet Paralayang dari 16 negara yang akan berlaga di Asian Games 2018. Panitia masih memberi batas akhir pendaftaran dengan kuota total 120 peserta dari 19 negara. Tiga negara yang belum mendaftar adalah Arab Saudi, Filipina, dan India.

Perlombaan Cabor Paralayang akan dilaksanakan di Bukit Naringgul, Gunung Mas, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Tidak masuknya atlet-atlet generasi emas Timnas SEA Games 2011 yang memborong 10 dari 12 medali emas, seperti Milawati Sirin (Juara Dunia Seri PGAWC 2011), Thomas Widyananto (peraih empat medali emas SEA Games 2011), dan Juara Dunia Kelas Umum Seri PGAWC 2017 Kolonel dr. Elisa Manueke, menurut Gendon Subandono karena penilaian selama Pelatnas sejak Januari 2017 ini sangat menyeluruh dari berbagai aspek dan menentukan pemilihan.

Tagor Siagian/PB FASI

“Jadi bukan hanya berdasarkan prestasi mereka di Seri PGAWC 2017 dan 2018, Seri Piala Dunia Lintas Alam Februari lalu di Bright, Australia, Piala Asia II Lintas Alam 2017, dan Kejurnas Manado Juni lalu,” jelasnya sebagaimana dikutip Tagor Siagian, Humas PB FASI, Sabtu (4/8/2018).

Sobat AR, untuk diketahui, pada penyelenggaraan Seri 3 PGAWC 2018 pada 13-15 Juli lalu di Gunung Banyak, Batu, Malang, Jawa Timur, Thailand berhasil merebut medali emas dari seluruh kelas yang dilombakan. Ironisnya, para atlet Thailand ini dilatih oleh pelatih asal Indonesia Andika Munir yang mengembangkan cabang Paralayang di Thailand jelang SEA Games 2011 silam.

Bagaimana pun, sebagai tuan rumah Indonesia memiliki peluang yang cukup besar untuk kembali berjaya di cabor yang baru pertama kali diperlombakan di ajang Asian Games ini. Semoga.

Roni Sontani

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *