Centauro 2 MGS, Panser Kanon 8X8 Baru Andalan AD Italia (Bagian 2)

Iveco-Otomelara

ANGKASAREVIEW.COM – Sobat setia AR, pada tulisan sebelumnya telah diulas kelebihan Centauro 2 dalam kekuatan dapur pacunya, kanon baru kaliber besar, dan sistem observasi modernnya. Pada tulisan bagian 2 ini akan diulas mengenai peningkatan untuk perlindungan awak, ergonomi, mobilitas, dan sistem komunikasinya.

Untuk keamanan dan perlindungan awaknya, kendaraan ini menawarkan kompartemen anti-ledakan di mana terdapat partisi pemisah munisi dengan awak (loader). Lalu tangki bahan bakar yang tahan terhadap eksplosif serta sistem pencegah kebakaran otomatis.

Centauro 2 juga dilengkapi sistem jammer Guardian H3 IED yang mampu memblokir sinyal radio kontrol pengendali IED. Tersedia juga sistem penerima peringatan laser yang dapat diatur untuk memicu peluncur granat asap. Panser kanon ini juga mendapatkan sistem perlindungan anti kimia, biologi, radiologi dan nuklir (CBRN).

Kendaraan Centauro 2 memadukan lambung baja monokok high-hardness dan kubah berbahan aluminium komposit baru. Dalam konfigurasi standar, bagian arc depan tahan terhadapap tumbukan munisi kaliber 20 mm dan bagian tubuh menyeluruh sanggup menanganai hantaman pelor 12,7 mm.

Untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya Centauro 2 dapat dilengkapi add-onarmor berupa lapisan komposit bahkan Explosive Reactive Armour (ERA). Dengan lapisan perlindungan tambahan ini, bagian arc aman terhadap gempuran munisi 30 mm sementara bagian tubuh lainnya bisa menahan gempuran munisi 14,5 mm.

Sobat setia AR, untuk melintasi medan sulit dengan nyaman Centauro 2 dilengkapi sistem suspensi independen dan hidro-pneumatik. Tekanan angin ban dapat diatur dari dalam (CTIS) sesuai dengan kondisi jalan dan rodanya menggunakan tipe run flat yang masih dapat berjalan meski bocor diterjang pelor.

Centauro 2 dapat melakukan perjalanan jelajah sejauh 800 km dengan kecepatan maksimum hingga 105 km/jam di jalan datar. Menggunakan sistem penggerak 8×8 (all wheel drive) di mana tiga as rodanya dapat dibelokkan sehingga radius putar bentuk lingkaran hanya 9 meter.

Iveco-Otomelara

Panser kanon ini memiliki ground clearance 40 cm, dapat menaiki rintangan vertikal 0,6 m. Bisa menyeberangi parit  selebar 2 m dan mengarungi kedalaman 1,5 m tanpa persiapan. Sudut approach & departure 40 persen dan dapat melintasi jalan dengan sudut kemiringan 30 persen dan tanjakan hingga 60 persen.

Ranpur Centauro 2 juga dilengkapi sistem komunikasi radio dan interkom memanfaatkan perangkat C4I secara luas mencakup radio SDR VM3 (UHF), radio HCDR (UHF), radio SRT-635 SINCGARS (VHF), dan radio CNR2000 (HF). Selain itu tersedia  juga Harris AN/PRC-152 untuk komunikasi SATCOM.

Sobat setia AR, pengembangan sendiri Centauro 2 telah dimulai pada 2010 dimana Iveco bertugas mengembangkan sistem lambung yang seluruh desainnya baru. Sementara Oto Melara bertanggung jawab untuk mengembangkan sistem kubah dan senjata.

Purwarupa pertama Centauro 2 telah selesai dibangun pada tahun 2015. Selanjutnya tampil perdana di hadapan publik dalam gelaran Eurosatory 2016 yang diselenggarakan pada Juni 2016 di Paris, Perancis.

Dalam tugasnya, peran utama Centauro 2 adalah sebagai pemberi dukungan tembakan pada unit tempur dan untuk pertahanan teritorial. Centauro 2 dapat juga memburu dan menghancurkan berbagai jenis ranpur termasuk menghadapi tank tempur utama (MBT) meski tak berhadapan langsung secara head to head.

Iveco-Otomelara

Untuk mengoperasikannya Centauro 2 membutuhkan tiga-empat awak yakni pengemudi, komandan, dan juru tembak dan dapat ditambah awak pemasok munisi bila dibutuhkan dalam sistem pengisian manual. Pengemudi duduk di depan kubah, sedangkan ketiga awak lainya duduk dikursi anti rajau dalam kubah berputar.

Melihat sosoknya, Centauro 2 termasuk panser berbadan besar nan gagah. Memiliki panjang total termasuk moncong kanon 8,26 m, lebar 3,12 m dan tinggi 3,65 m. Untuk memindahkannya lewat udara diperlukan pesawat angkut berbadan besar pula sekelas Airbus A400M, Ilyushin Il-76 atau Boeing C-17.

Dengan telah resmi dipesan AD Italia, tentunya ranpur berjuluk mahluk mitologi setengah berbadan kuda dan setengah manusia generasi dua ini diharapkan bisa mengikuti jejak pendahulunya Centauro B1 yang telah mendapat cap battle proven saat digunakan AD Italia dalam Perang Irak, Libanon, Somalia, dan Yugoslavia.

RANGGA BASWARA SAWIYYA

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!