Sukses Besar, China Berhasil Terbangkan Pesawat Berkecepatan Hipersonik 6 Mach

starry sky-2China Daily

ANGKASAREVIEW.COM – Semakin tak bisa dianggap enteng, kemajuan teknologi China melaju sangat cepat dan seringkali mengagetkan pihak-pihak lain. Yang terbaru adalah kesuksesan China menerbangkan pesawat berkecepatan hipersonik hingga 6 Mach.

Dijuluki “Si Penunggang Gelombang” wahana bernama Xingkong 2 atau Starry Sky 2 yang dikembangkan oleh Akademi Aerodinamika Ruang Angkasa China di Beijing ini berhasil diluncurkan ke ruang angkasa hingga ketinggian 30 km dari pangkalan yang tidak disebutkan di wilayah barat laut China, Jumat (3/8/2018).

Dikutip dari China Daily, Starry Sky 2 memiliki bentuk badan menyerupai paku atau pasak (baji). Wahana tak berawak ini dapat mencapai kecepatan hipersonik dengan memanfaatkan gelombang kejut sebagai gaya angkat yang dihasilkan dari penerbangannya sendiri.

Akademi itu mengatakan, uji coba ini adalah penerbangan pertama kali bagi Xingkong 2. Wahana ini diluncurkan di dalam sebuah roket berbahan bakar propelan padat dan kemudian pada ketinggian tertentu akan terpisah untuk selanjutnya Starry Sky 2 terbang sendiri menggunakan sistem propulsinya.

SCMP

Dalam uji coba itu, Starry Sky 2 berhasil melaju dengan kecepatan ultracepat alias hipersonik di kisaran 5,5 Mach selama 400 detik sebelum sampai pada kulminasi kecepatan 6 Mach (7.344 km/jam).

Sobat AR, keberhasilan yang dicapai oleh Akademi Aerodinamika Ruang Angkasa China (bagian dari China Aerospace Science and Technology Corp) ini memang bukan yang pertama di dunia. Sebelumnya pada 2010-2013, Amerika Serikat (AS) telah berhasil lebih dulu melaksanakan eksperimen serupa dan mencapai kecepatan 6 Mach.

Sementara untuk rekor wahana udara tercepat sendiri, masih belum ada yang bisa melampaui HTV-2 yang dikembangkan oleh AS tahun 2010. Wahana yang tidak termasuk golongan waverider ini mampu terbang hingga kecepatan 20 Mach atau 24.480 km/jam.

China Daily

Bagi China, uji coba Starry Sky 2 yang didesain selama tiga tahun ini merupakan jembatan bagi terciptanya wahana-wahana udara berkecpatan sangat tinggi yang nantinya dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan termasuk kebutuhan di bidang militer.

Paling tidak, hingga saat ini China telah berhasil mengembangkan teknologi penunggang gelombang dan teknologi maju lainnya seperti sistem proteksi panas.

Tidak mustahil, ke depannya teknologi berkonsep futuristik ini akan digunakan sebagai basis bagi pengembangan senjata hipersonik yang dapat menembus semua jaringan sistem pertahanan udara.

Roni Sontani

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *