Fri. May 17th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Pasca Gempa 7 SR di NTB, Operasional Bandara Lombok Praya dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Kembali Normal

2 min read
gempaIstimewa

Kondisi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali usai gempa.

ANGKASAREVIEW.COM – Informasi terbaru yang dikeluarkan PT Angkasa Pura I (Persero)/AP I pada pukul 19.45 WIB menyebutkan bahwa kegiatan operasional Bandara Lombok Praya sudah kembali normal pasca gempa berkekuatan Skala Richter (SR) yang mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) pukul 18.46 WIB, Minggu (5/8/2018).

Disebutkan Humas AP I, tidak ada kerusakan pada fasilitas sisi udara (airside) seperti runway, taxiway, dan apron. Hanya ada kerusakan minor pada fasilitas di terminal.

gempaIstimewa
Kondisi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali usai gempa.

Sekitar pukul 20.00-an WITA, bandara sempat padam listrik dan orang-orang (pegawai dan penumpang) di airside dan terminal sempat dievakuasi ke titik evakuasi di luar terminal. Kemudian, menjelang pukul 20.30 WITA calon penumpang sudah kembali ke ruang tunggu terminal.

Begitu juga di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, tidak ada kerusakan pada fasilitas airside.  Kegiatan operasional juga telah berjalan normal, walau ada beberapa kerusakan fasilitas pendukung di terminal.

Baca Juga:

Bantu Korban Gempa Lombok, TNI Berangkatkan 80 Personel Yonkes 1 Divif 1 Kostrad

Saat ini, untuk menjaga keamanan dan keselamatan penumpang AP I sedang meninjau dan melakukan pembersihan terhadap berbagai sarana serta fasilitas di seluruh area, baik di terminal dan sisi udara.

Gempa berkekuatan 7,0 SR terjadi di NTB dengan pusat gempa berlokasi di 27 km timur laut Lombok Utara (8.37 LS, 116.48BT) pada kedalaman 15 km. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat sempat menyebutkan bahwa gempa di Lombok berpotensi terjadi tsunami.

Kepala BMKG Pusat, Dwikorita Karnawati di Jakarta mengatakan, hingga pukul 19.51 WIB telah terjadi 16 kali gempa susulan namun dengan magnitudo yang jauh lebih kecil. Meski demikian, Ia meminta masyarakat untuk terus waspada dan tidak mendiami bangunan atau rumah yang rawan runtuh.

(ERY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *