Fri. May 24th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Militer Swedia Ngebet Punya Rudal Patriot, Parlemen Masih Berembuk Soal Anggaran

2 min read
Raytheon

ANGKASAREVIEW.COM – Guna memperkuat sistem pertahanan udara (sishanud) yang sekaligus berfungsi sebagai senjata antirudal, Militer Swedia ngebet (ingin sekali) memiliki sistem MIM-104 Patriot buatan Raytheon, Amerika Serikat.

Direktorat Senjata Kementerian Pertahanan Swedia (FMV) menyatakan pada 2 Agustus, pemerintah Swedia sudah menyetujui untuk dilakukan pembicaraan terkait kemungkinan beli empat sishanud Patriot dengan Amerika Serikat.

Di lain pihak, AS sendiri diberitakan sudah memberikan lampu hijau untuk menjual Patriot kepada negera Nordik berpenduduk sepuluh juta jiwa itu.

Meski demikian, ganjalan masih datang dari pihak oposisi pemerintah Swedia yang mempertanyakan ketersediaan dana dan kesanggupan negara membayar pembelian tersebut.

Sebenarnya, penjajakan dan kaji produk oleh Swedia terhadap sishanud Patriot sudah dilakukan sejak lama. Pada November 2017, misalnya, pemerintah Swedia bahkan telah mengumumkan hasil kajiannya yang menyatakan bahwa Patriot lebih unggul dibandingkan SAM/T buatan konsorsium dari Perancis, Eurosam. Dan untuk itulah, Swedia bermaksud mengakuisisi Patriot.

Swedia memperkirakan, pembelian bernilai kira-kira 10 miliar krona atau 1,2 miliar dolar AS. Sementara berdasar hitungan Kementerian Luar Negeri AS, total nilai bisnis ini akan tercapai 3,2 miiar dolar AS. Perbedaan harga penawaran umum terjadi karena baru tahap awal.

Jadi tidaknya rencana pembelian sishanud Patriot oleh Swedia, masih akan tergantung pada keputusan parlemen. Terlebih lagi, anggaran untuk kebutuhan operasional Militer Swedia 2019-2020 dinilai masih kurang memadai.

Sebagai jalan tengah, pihak oposisi memberikan peluang bagi pendanaan khusus terpisah dari anggaran utama pertahanan.

Mengacu kepada keterangan pemerintah Swedia sebagaimana dikutip Defense News, penawaran pembelian Patriot dari AS datang pada April lalu. Pemerintahan Paman Sam sanggup menyediakan sishanud Patriot untuk memperkuat batalion-batalion pertahanan udara Swedia sebelum tahun 2025.

Patriot digunakan Angkatan Bersenjata AS secara efektif mulai tahun 1986. Sebanyak 14 negara telah menggunakan sishanud ini untuk melindungi kedaulatan wilayah udaranya termasuk Israel, Jepang, Jerman, dan Arab Saudi.

Lebih 1.000 peluncur dan 10.000 unit rudal MIM-104 telah dibuat. Satu peluncur sishanud ini mampu mengakomodir empat rudal permukaan ke udara (SAM).

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *