Airbus Tawarkan Konsep A320M3, Pesawat Patroli Maritim di Atas C295

Airbus Defence and Space

ANGKASAREVIEW.COM – Kesuksesan penjualan pesawat komersial lorong tunggal A320 di pasaran (terjual lebih 8.000 unit), mengilhami Airbus untuk coba menjadikan pesawat ini sebagai basis pesawat patroli maritim bagi kebutuhan militer.

Bukan tanpa sebab Sobat AR, Airbus melihat sang rival, Boeing, yang telah sukses ‘menyulap’ pesawat B737 (saingan A320) menjadi pesawat patroli maritim P-8 Poseidon maupun pesawat peringatan dini terbang dan kontrol B737 AEW&C.

Dalam pelaksanaan pameran udara Farnborough International Airshow (FIA) 2018 yang berlangsung di Hampshire, Inggris (16-22 Juli) wacana itu pun dilontarkan Airbus dengan mengusung konsep yang diberi nama A320M3 (modular multi-mission). Pesawat ini bisa digunakan untuk fungsi airborne early warning, intelligence, surveillance and reconnaissance, dan juga intelligence-gathering.

Airbus yakin, masih ada ceruk pasar yang bisa diisi, termasuk kebutuhan Perancis dan Jerman yang akan mengganti pesawat Dassault ATL-2 serta Lockheed Martin P-3 Orion. Kedua negara sebelumnya juga menyatakan, butuh platform pesawat baru guna mendukung sistem perang udara maritim masa depan untuk digunakan mulai 2035.

“Kami sekarang pada posisi memulai dan mengerti kebutuhan yang diinginkan. (Beruntungnya) kami punya platform yang dapat dengan mudah diubah menjadi sistem sesuai kebutuhan itu,” kata Antoine Noguier Kepala Strategi Airbus Defence and Space (ADS) sebagaimana dikutip Flightglobal.

Sobat setia AR, tidak hanya untuk mengisi kebutuhan Perancis dan Jerman, ADS juga melihat peluang yang sama untuk pesawat ini datang dari negara-negara NATO yang akan mengganti armada-armada patroli maritimnya.

Lebih jauh Noguier menerangkan, Airbus telah sukses melahirkan C295 varian patroli maritim (MPA) yang murah, tangguh, dan juga dapat digunakan untuk peran multimisi. Kemudian, Airbus juga punya A330 yang dimodifikasi menjadi pesawat multiperan tanker-transpor (A330 MRTT). Namun begitu, masih ada ruang kosong di antara keduanya.

“Nah, di antara kedua pesawat ini sebenarnya ada gap yang kosong. Kami percaya A320 dapat sukses mengisi celah kosong itu,” tambahnya.

Kepala Pesawat Militer ADS Fernando Alonso menambahkan, di masa lalu ADS telah banyak mempromosikan C295 MPA ke berbagai negara. “Namun sering kami temui, beberapa negara butuh platform pesawat yang lebih besar dan leg yang lebih jauh. Kami pikir, kenapa tidak menggunakan A320?” ujar Alonso perihal munculnya ide menawarkan A320M3.

Airbus saat ini telah memulai perancangan A320M3 dengan dana yang dialokasikan perusahaan. Meski demikian, industri pesawat terbesar Eropa ini berharap ada dukungan modal dari pemerintah Perancis dan Jerman guna berlanjutnya proyek ini.

Alonso menambahkan, ada dua opsi yang ditawarkan terkait basis pesawat. Bisa menggunakan pesawat baru keluarga Neo atau pesawat lama yang sudah dioperasikan.

Bila proyek ini mendapat tanggapan dan antusiasme dari para calon pengguna, Airbus sendiri tampaknya harus bisa berlari kencang mewujudkan pesawat yang ditawarkannya.

Pekerjaan jelas butuh waktu bagi pengerjaannya. Mulai dari desain, evaluasi, integrasi sistem, uji coba, hingga sertifikasi. Sementara sang rival Boeing telah melewati tahapan-tahapan itu dan kini lebih konsentrasi dalam peningkatan penjualan.

Roni Sontani

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!