Thu. Jul 11th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

Auman Harimau Persia (Bagian 2)

4 min read
FARS

ANGKASAREVIEW.COM – Sobat setia AR, pada tulisan sebelumnya (Bagian 1), dikisahkan mengenai AU Iran mulai mendapatkan keluarga F-5 Tiger hingga berusaha keras mempertahankan kelangsungan hidupnya karena kesulitan suku cadang dengan beragam upaya dilakukan. Kini pada Bagian 2 akan diceritakan tentang usaha Iran untuk membuat kloningan ‘Sang Harimau’ agar bisa terus mengaum di daratan Persia hingga puluhan tahun ke depan.

Proyek Azarakhsh 

FARS

Berbekal pengalaman membangun Simorgh (versi latih berbasis F-5B), selangkah lebih maju dari tahap awal yang hanya melakukan proses modifikasi, kali ini HESA melakukan tindakan reverse engineering sekaligus upgrading. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja pesawat agar bisa menandingi penempur modern generasi terkini serta memiliki usia pakai yang lebih lama lagi.

Proyek Azarakhsh  (Lightning) resmi diumumkan oleh Brigjen Arasteh, Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran pada April 1997. Dilihat dari segi penampilannya, purwarupa pertama Azarakhsh tak terlihat jauh berbeda dengan F-5E yang menjadi basisnya meski HESA telah mengubah posisi sayap dari lower type menjadi middle type. Namun belakangan pesawat tipe produksi tetap menggunakan sayap tipe rendah.

Iran mengklaim membuat fuselage baru untuk Azarakhsh dan menggunakan bahan komposit terkini untuk sayapnya. Mesin asli General Electric J-85-21B ditingkatkan kemampuan gaya dorongnya lebih kuat dan semua komponennya asli buatan dalam negeri. Tiruan mesin ini juga dibuat untuk dapur pacu pesawat jet latih Tazarv.

Dengan bantuan teknisi dari Rusia, para insinyur Iran berhasil  mengganti radar Emerson Electric AN/APQ-159 dengan N-019 Topaz (N-019ME) buatan lokal yang bisa berkoordinasi dalam peluncuran atau penembakan rudal udara ke udara Fatter buatan lokal, AIM-9P Sidewinder buatan AS, PL-7 buatan China, dan rudal R-60 Aphid buatan Russia.

Sobat AR, produksi massal Azarakhsh baik versi tempat duduk tunggal maupun ganda dimulai akhir tahun 1997. Hingga tahun 2001 sudah enam unit berdinas untuk IRIAF. Kedua tipe Azarakhsh mulai terlihat debutnya saat berpartisipasi pada National Army Day dengan flypast di atas langit Teheran pada 17 April 2008.

Semula dikabarkan HESA akan membangun 30 unit tambahan setelah itu. Namun, belakangan beredar rumor proyek ini telah dibatalkan pada Agustus 2010 dan selanjutnya dialihkan ke proyek Azarakhsh-2 atau dikenal juga dengan proyek Saegheh yang juga masih menggunakan platform F-5E sebagai acuannya.

Proyek Saegheh

FARS

Secara kasat mata pesawat Saegheh terkadang ditulis Saeqeh (Thunderbolt) tak berbeda jauh dengan Azarakhsh, perbedaan nyatanya terlihat pada penggunaan ekor tegak ganda. Kehadiran pesawat ini awalnya diduga sebagai platform untuk demonstrator teknologi pengembangan pesawat latih tempur canggih bernama Shafagh yang dikenal dengan Proyek Integral kerja sama antara Iran dan Rusia.

Dalam pengembangan Saegheh ini HESA dibantu oleh MATSA Air Force Technology & Elektronic Center serta Shahid Sattari Air Force University of Teheran yang dimulai pada 1998. Saegheh sendiri baru berhasil melakukan penerbangan pertama pada tanggal 30 Mei 2004.

Faktanya Proyek Integral tak berlanjut karena Russia menarik diri tanpa alasan yang tak diketahui dan pengembangan Saegheh sendiri ternyata berlanjut hingga masuk jalur produksi. Prototipe pertama sempat unjuk gigi dalam latihan bersandi ‘Blow of Zolfaqar’ pada 19 Agustus 2006 dengan melaksanakan misi serangan bersenjata menembakkan multiple rocket launcher.

Tiga pesawat versi produksi awal telah bergabung dengan IRIAF pada 22 September 2007 dan mendapat kesempatan melakukan flypast di depan publik pada perayaan National Army Day. Pesawat diberi labur bergaya tim aerobatik Blue Angels milik Angkatan Laut AS.

Satu skadron Saegheh resmi dibentuk pada 24 Februari 2010 dan didapuk sebagai pesawat tempur pertahanan udara dan serang darat ringan. Dikabarkan, saat ini IRIAF diperkuat satu skadron penuh berisi 24 pesawat. Meski berbasis jet tempur generasi ke-3, namun dengan kandungan teknologi terkini yang dipakainya menjadikan Saegheh dikatogorikan sebagai jet tempur generasi ke-4.

Sobat setia AR, diyakini kinerja dan manuver pesawat ini hanya sedikit lebih baik ketimbang F-5E Tiger II terutama karena telah menggunakan teknologi FBW (fly-by-wire) serta radar yang lebih baik dari aslinya. Sedangkan jenis pesenjataanya yang diusungnya tak berbeda dengan pesawat F-5E yang lama.

Mengasah kuku & taring

FARS

Senyaring apapun auman harimau, namun bila kukunya tumpul dan taringnya ompong tentu tak akan membuat gentar lawannya. Untuk itu Iran melakukan beberapa proyek sekaligus untuk meningkatkan daya gentar harimau yang dimilikinya.

Pertama adalah proyek Sattar yakni pengembangan rudal udara ke permukaan berpandu laser. Keberadaan proyeknya mulai terungkap pada tahun 1999. Hingga kini telah lahir tiga varian, versi yang tercanggih adalah Sattar-3, misil seberat 500 pon dengan jangkauan sekitar 30 km.

Proyek berikutnya dinamai Fatter yakni upaya Iran untuk mengembangkan rudal udara ke udara jarak dekat berdasar rudal AIM-9P Sidewinder buatan AS, ditengerai ada keterlibatan perusahaan dari Russia dalam pengembangannya. Rudal ini diuji coba tahun 2008 dan mencapai jarak tembak mencapai 40 km.

Selanjutnya, untuk meningkatkan penciuman Sang Harimau diluncurkan Proyek Offogh (Horizon) pada tahun 1999. Jangkauan radar bawaan APQ-159 untuk pengendalian penembakkan bertambah dari 32 ke 64 km dalam modus pencarian dan 16 sampai 40 km dalam modus pelacakan.

Ada pula Proyek Raad yakni pengembangkan sistem kompatibilitas untuk bisa menembakkan rudal udara ke udara PL-7 buatan CATIC dari Cina dan R-60 (AA-8 Aphid) buatan Rusia serta rudal AIM-9P Sidewinder buatan AS dan tentunya rudal Fatter buatan dalam negeri.

Sobat setia AR, tak dipungkiri lagi dengan keberhasilan proyek-proyek tersebut menjadikan kehadiran Harimau Persia terutama di kawasan Timur Tengah akan disegani lawannya. Apalagi dengan gigi taring dan kukunya yang sudah berkilau diasah tentunya.

RANGGA BASWARA SAWIYYA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *