Mengenal Komodo Berkulit Baja dari Bandung (Bagian 3 – Halilintar Sang Pendobrak)

Rangga Baswara Sawiyya

ANGKASAREVIEW.COM – Sobat AR, di kalangan satuan TNI, Kopassus adalah pengguna pertama rantis Komodo buatan Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad tak lama setelah purwarupa Komodo diperkenalkan tahun 2012. Satuan elite TNI AD ini memesan varian khusus yakni versi pendobrak rintangan atau populer dengan istilah battering ram.

Sesuai dengan permintaan Kopassus, Pindad merancang ulang bagian depan Komodo dengan mengganti desain bumper standar dengan model segita masif dan dilengkapi pipa tubular untuk melindungi bagian radiator grill serta rangkaian lampu depan. Selain itu mendapatkan winch di tengah bumper dan lampu utama model baru.

Meski kaca telah antipeluru, kaca Komodo pendobrak juga mendapatkan tirai besi baja untuk menahan serpihan rintangan yang diterjangnya. Salah satu penghalang yang bisa dirobohkannya adalah tembok bata tanpa tulang maksimum setebal 30 cm. Komodo juga bisa digunakan untuk menghadang sekaligus menghentikan paksa laju kendaraaan yang sedang dibajak teroris dari hadapan depan secara frontal.

Sobat setia AR, tak hanya berfungsi sebagai pendobrak, Komodo Kopassus ini juga bisa dijadikan rantis serbu yang dapat membawa sebanyak delapan prajurit bersenjata lengkap duduk di kabin belakang saling berhadapan plus seorang pengemudi dan operator senjata yang berada kabin bagian depan.

Rangga Baswara Sawiyya

Fungsi lainnya adalah sebagai kendaraan pengusung tangga taktis yang digunakan dalam operasi penyerbuan ke atas pesawat atau dalam gedung bertingkat. Sepasang tangga disimpan di bagaian sisi atap dalam posisi tiga tekukan saat tak digunakan. Saat mendekati sasaran tangga segera dibentangkan dan mampu dinaiki empat pasukan sembari kendaraan berjalan.

Saat penyerbuan berselimut gulita malam, agar tak diketahui kedatangannya, sang Komodo pendobrak dilengkapi kamera night vision. Kelengkapan ini memungkinkan seluruh sistem pencahayaan kendaraan dapat dipadamkan. Perangkat pendukung lainnya adalah kamera pendeteksi panas (thermal) yang dapat mendeteksi berdasarkan sumber panas termasuk tubuh manusia.

Di dalam kabin tersedia dua layar LCD besar yang menghadap ke pasukan yang berada duduk di kabin belakang yang digunakan untuk berkoordinasi menyusun strategi sesaat sebelum mengambil tindakan penyerbuan. Saat tak digunakan layar monitor akan dilipat keatas menempel di atas plafon kabin belakang.

P1 Pakci/Rangga B. Sawiyya

Ransus (kendaraan khusus) ini dibangun berdasar Komodo Gen-1 berbodi monokok yang kulitnya tahan terhadap tumbukan peluru senapan serbu hingga kaliber 7,62 mm. Sebagai persenjataan bela diri dilengkapi senapan mesin kaliber 7,62 mm atau 12,7 mm yang dipasang di atas atap. Tersedia juga pelontar granat asap sebanyak empat tabung dipasang di sisi samping tepat di atas daun pintu.

Sobat AR, sesuai perannya sebagai kendaraan pendobrak sekaligus penyerbu, ransus ini mendapatkan nama baru ‘Halilintar’ dengan harapan sang Komodo bisa melaju secepat kilat menuju sasaran dan membungkam aksi teroris dengan secepatnya pula.

Halilintar didapuk menjadi tunggangan Sat-81 Gultor (Penanggulangan Teror) Kopassus melengkapi ransus sebelumnya SSE P1 Pakci buatan tahun 2003-2004 yang juga memiliki peran yang sama sebagai kendaraan pendobrak sekaligus angkut pasukan. Namun P1 Pakci tak dilengkapi tangga taktis dan kelengkapan kamera night vision dan thermal.

RANGGA BASWARA SAWIYYA

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!