Mengenal Pindad SS-2 V4, Senapan Serbu Sang Juara (Bagian 2)

Rangga Baswara Sawiyya

ANGKASAREVIEW.COM – Sobat setia AR, seperti telah disinggung pada tulisan sebelumnya, salah satu senjata penyumbang peraihan medali emas TNI dalam ajang lomba tembak internasional adalah keluarga senapan serbu SS-2 yang kisah hidupnya dimulai 15 tahun silam. Bertepatan dengan HUT TNI 5 Oktober 2003 pabrik senjata PT Pindad (Persero) mulai mempertunjukkan untuk kali pertama SS-2 pada masyarakat umum di Kota Surabaya.

Kehadiran SS-2 sebagai penerus Pindad SS-1 (FNC lisensi dari Belgia) ini digagas oleh Panglima TNI saat itu Jenderal TNI Endriartono Soetarto pada 11 April 2011 saat berkunjung ke Pindad. Gagasan itu pun langsung ia sampaikan kepada Dirut Pindad saat itu Budi Santoso.

Pindad menindaklanjuti permintaan Panglima TNI. Pada Februari 2004 senapan yang masih ‘kinyis-kinyis’ itu pun mulai diproduksi terbatas sebanyak 50 pucuk, 10 di antaranya dilibatkan dalam lomba tembak regional Asean Armies Rifle Meet atau AARM ke-14 di Cilodong, Bogor.

Pertama turun dalam ajang lomba tembak hasilnya memang belum maksimal sehingga harus masuk dapur R&D Pindad untuk disempurnakan lagi.

Selain versi laras standar, Pindad selanjutnya mengembangkan versi laras berjenis Heavy Barrel (HB). Yang membedakan SS-2 HB dengan varian standar adalah berat dan ketebalan laras serta corak desain hand guard-nya. Selebihnya memiliki tampilan dan komponen yang serupa.

Tiga varian HB dibuat, yaitu senapan serbu SS-2 V1 HB dengan panjang laras 46 cm, SS-2 V2 HB karabin berlaras 40 cm, dan SS-2 V4 HB dengan laras terpanjang 50 cm dan memiliki enam alur laras dengan putaran 178 mm/twist.

Prestasi pertama SS-2 V2 HB diperoleh saat mengikuti kejuaraan AARM ke-15 di Brunei Darussalam. Meski tim Indonesia belum menjadi juara umum, yang menakjubkan adalah satu-satunya penembak yang menggunakan SS-2 V2 HB yakni Sertu Habdi mendapatkan medali emas sebagai penembak terbaik.

Masih di tahun yang sama, kali ini untuk mengikuti lomba tembak BISAM 2005 Pindad mulai mengembangkan varian SS-2 V4 HB yang dilengkapi teleskop. Karena ketentuan lomba tembak BISAM bahwa senapan serbu harus dilengkapi optik, maka Pindad melengkapinya dengan alat bidik Close Quarter/Tactical (QC/T) buatan Leopard, Amerika Serikat dengan pembesaran 1-3 x 14 mm.

Kejuaraan BISAM pada 21-29 September 2005 itu diikuti oleh delapan negara, yakni Brunei, Filipina, Malaysia, Kamboja, Singapura, Laos, Indonesia, dan Inggris. Tim Indonesia menyabet gelar juara umum.

Masing-masing negara menurunkan satu tim, kecuali tuan rumah dengan tiga tim. Saat itu enam negara menggunakan senapan M16-A2 buatan AS dan Inggris memakai SA80 A2. Semuanya bisa dipecundangi dan sejak saat itu senapan SS-2 V4 HB selalu menjadi jawaranya.

Di ajang kejuaraan tembak yang lainnya, masih menggunakan SS-2 V4, prajurit TNI kembali menorehkan prestasi dengan menyabet gelar juara satu dalam Intercontingen Shooting Championship yang diselenggarakan oleh Sektor Timur UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) bertempat di lapangan tembak Sektor Ebel El Saqi, Lebanon Selatan pada 26 April 2015.

Indobat

Lomba ini diikuti oleh seluruh kontingen UNIFIL, antara lain dari Spain Batt (Spanyol), Indobatt dan Indo FPC (Indonesia), Indbatt (India), Nepalbatt (Nepal), serta Brigade-8 LAF (Lebanon). Lomba mempertandingkan dua kelas yaitu menembak Pistol Beregu dan Senapan Beregu.

Di kategori kelas senapan, gelar juara pertama mulai disikat tim Konga (Kontingen Garuda) pada tahun 2011-2015 kecuali UNIFIL 2012, 2016 dan 2017 di mana India menjadi juara satu dan Indonesia di posisi kedua.

Seperti sebuah istilah yang berbunyi “the man behind the gun” memang benar adanya, sehebat apapun senjata jika di tangan pengguna yang tak cakap tentu apalah artinya. Namun, bukan berarti senjata yang kurang bagus bisa hebat juga di tangan penembak yang ulung.

Yang pasti tim tembak TNI terdiri dari prajurit dengan talenta yang sangat mumpuni berkat hasil penggemblengan yang ketat dan berat dalam latihan dan ditunjang senjata yang akurat pula. Hal ini terbukti dengan selalu menyabet gelar juara lomba tembak seperti yang disebut di atas.

Sobat setia AR, kemenangan ini tidak hanya mengharumkan nama TNI saja, melainkan juga mengangkat nama produk buatan Pindad menjadi senjata yang diperhitungkan dunia. Hal pasti, keduanya baik tim TNI dan senjata buatan Pindad menjadi kebanggaan masyarakat dan turut mengibarkan nama bangsa di kancah internasional tentunya.

RANGGA BASWARA SAWIYYA

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!