Bergabung dengan Airbus, Pesawat ‘CSeries’ Keluaran Bombardier Menjadi ‘A220 Series’

Airbus

ANGKASAREVIEW.COM – Setelah mengambil alih program produksi CSeries dari Bombardier, Kanada pada 1 Juli 2018, Airbus untuk pertama kalinya memperkenalkan pesawat keluarga A220. Pesawat ini terdiri dari A220-100 (sebelumnya bernama CS100) dan A220-300 (sebelumnya CS300). Perkenalan pesawat baru keluarga Airbus dilaksanakan di Henri-Ziegler Delivery Center, dekat Toulouse, Perancis, Rabu (11/7).

Disaksikan oleh karyawan Airbus dan sejumlah wartawan dari berbagai negara, A220-300 mendarat pada pukul 12.25 waktu setempat. Pesawat tampak telah mengenakan ‘seragam’ Airbus, meninggalkan corak lama yang dibuat pabrik Bombardier.

Keluarga A220 terdiri dari dua model, yaitu A220-100 dan A220-300. Pesawat ini akan bertarung di kelas pesawat berkapasitas 100 hingga 150 kursi. A220 selanjutnya akan menjadi pelengkap bagi pesawat terlaris buatan Airbus, A320neo.

Presiden Pesawat Komersial Airbus Guillaume Faury menyambut baik bergabungnya A220 ke dalam jajaran andalan Airbus.

”Saya sampaikan rasa hormat saya kepada rekan-rekan di Bombardier serta para pemasok yang telah bekerja keras selama beberapa tahun terakhir untuk menghadirkan pesawat fantastis ini. A220 kini memasuki fase baru dari perjalanan kariernya, didukung oleh semua sumber daya Airbus untuk meraih kesuksesan yang lebih besar lagi di dunia,” ujar Faury.

Airbus

Sementara itu Eric Schulz, Airbus Chief Commercial Officer, menyatakan optimismenya dapat menjual pesawat A220 karena pesawat ini memiliki keunggulan signifikan di pasar yang amat kompetitif.

“Saya telah menerima banyak tanggapan positif dari pelanggan tentang pesawat ini. Mulai dari kepuasan penumpang, penggunaan bahan bakar yang lebih efisien, bobot pesawat yang lebih ringan, hingga suara mesinnya yang lebih senyap,” kata Schulz.

Berbarengan dengan perayaan bergabungnya keluarga A220, maskapai JetBlue dinobatkan menjadi pelanggan pertama (launch customer) A220. Maskapai berbiaya rendah yang berkantor pusat di New York City ini memesan 60 A220-300 bermesin GTF buatan Pratt & Whitney.

Roni Sontani

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!