Akan Beli 110 Pesawat Tempur Baru, India Panggil 6 Pabrikan Pesawat

Pinterest

ANGKASAREVIEW.COM – Enam produsen pesawat di dunia telah menanggapi permintaan Angkatan Udara India untuk memasok 110 pesawat tempur. Keenam produsen tersebut sebelumnya telah mengajukan tawaran untuk Pesawat Tempur Multperan (MMRCA), yang dibatalkan pada tahun 2015.

Para pejabat menegaskan bahwa enam tawaran telah diterima. Lockheed Martin F-16 dan SAAB Gripen adalah menawarkan pesawat bermesin tunggal, sementara Boeing F-18, Dassault Rafale, Eurofighter Typhoon dan United Aircraft Corporation MiG-35 menawarkan pesawat bermesin ganda.

“Tawaran akan dievaluasi setelah itu angkatan udara akan mengeluarkan Permintaan Untuk Proposal (RFP) dengan spesifikasi yang sesuai dari pesawat yang akan dibeli. RFP diharapkan awal tahun depan,” kata sumber resmi.

Baca juga:
Pemerintah India Ajak Airbus Ikut Program “Make in India”
Beli Apache dan Chinook, Langkah India Tarik Boeing Bangun Pabrik di Hyderabad

Permintaan pemerintah India yang diterbitkan pada tanggal 6 April menyatakan bahwa pemerintah berencana membeli 110 jet tempur, dimana 85% harus dibangun di India di bawah program ‘Make in India’ dalam kemitraan dengan “Mitra Strategis / Badan Produksi India. ”

Pengadaan akan diproses melalui model Kemitraan Strategis di bawah Prosedur Pengadaan Pertahanan. .

Sumber Angkatan Udara menyatakan yakin bahwa evaluasi dan uji coba teknis dapat diselesaikan dengan sangat cepat, karena semua pesawat telah diuji secara ekstensif sebelumnya.

“Setelah proses dimulai, dari evaluasi teknis hingga pemilihan, satu pesawat dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari dua tahun. Setelah itu tergantung pada seberapa cepat negosiasi kontrak dapat diselesaikan,” kata seorang sumber.

Sebelumnya, angkatan Udara India mencari jet bermesin tunggal untuk menggantikan MiG-21 dan MiG-27 yang telah dinonaktifkan, tetapi pemerintah tidak menyebutkan spesifikasi penggantinya secara detil sehingga membuka kontes untuk jet bermesin tunggal dan dan mesin ganda.

Pejabat mengatakan kedua konfigurasi sama-sama kompeten dan pilihan akhir akan tergantung pada harga dan tingkat transfer teknologi. (IAN)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!