Avicopter AC313 & Z-18A, Sang Penantang AW101

AVIC

ANGKASAREVIEW.COM – Tujuh Januari 2012 menjadi hari yang bersejarah dalam perjalanan industri helikopter Negeri Tirai Bambu. Dihari itu helikopter AC313 berhasil membumbung hingga ketinggian maksimum 8.000 meter, menjadikannya heli pertama buatan dalam negeri yang bisa terbang di batas ketinggian maksimum.

Uji terbang dilakukan di atas langit pegunungan Everest, kawasan Qinghai, Tibet Plateau. Penerbangan ini juga sekaligus mencatatkan rekor kecepatan di angka 336 km/jam. Masa uji coba penerbangan juga dilaksanakan di wilayah Hulunbuir City, Inner Mongolia untuk adaptasi kemampuan beroperasi pada temperatur yang sangat rendah hingga minus 46 derajat Celcius.

AC313 adalah helikopter sipil yang dibangun oleh Changhe Aircraft Industries Corporation (CAIC), anak perusahaan China Aviation Industry Corp untuk divisi helicopter (AVICopter) yang berkantor pusat di Tianjin. Ditunjuk sebagai Kepala Desainer Proyek AC313 adalah Xu Chaoliang dan wakilnya Li Jiayun.

Heli ini dirancang berdasar platform Harbin Z-8 yang tak lain adalah helikopter Aerospatiale SA321 Super Frelon di mana lisensinya diperoleh tahun 1976. Perbedaan utama yang tampak jelas antara AC313 dengan Z-8, adalah perutnya yang rata tak lagi berlambung perahu. Selain itu tiadanya rumah roda belakang diganti yang diganti dengan perangkat roda pendarat tetap, tak bisa ditarik ke dalam.

Sobat Angkasa Review, meskipun didasarkan pada desain heli gaek, AC313 telah memanfaatkan material komposit hingga 50 persen dan setengah sisanya menggunakan titanium termasuk bilah rotor utama dan ekor juga berbahan komposit. Heli ini mengadopsi dapur pacu buatan Barat yakni tiga mesin turboshaft PT6B-67A buatan Pratt & Whitney Canada. Serta mengakomodasi all glass cockpit dan dilengkapi avionik yang terintegrasi ARINC-429 digital data bus.

Secara signifikan kemampuan AC313 jauh meningkat dibanding Z-8 pendahulunya. Beban bawaan internal meningkat satu ton dari 3 menjadi 4 ton, kecepatan meningkat dari 273 ke 336 km/jam. Begitu pula dengan jarak jangkauan meningkat dari 800 ke 900 km.

Prototipe pertama AC313 terbang pada 18 Maret 2010 dari Bandara Jingdezhen, Provinsi Jiangxi. Dua tahun berselang heli ini memperoleh sertifikat tipe yang dikeluarkan oleh Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC). Sebagai pelanggan pertama datang dari dalam negeri yaitu Flying Dragon Special Aviation yang memesan lima unit.

AVIC

Pasar ekspor juga disasar dan tak hanya negara berkantong cekak yang menjadi pelanggan setia produk Tiongkok. Hal ini terlihat dari upaya Avicopter untuk mendapakat sertifikasi Eropa dan AS. Avicopter menginformasikan telah membukukan 32 pesanan dari pelanggan nasional maupun internasional.

Sejauh ini AC313 merupakan helikopter terbesar buatan China. Heli dengan MTOW 13,8 ton ini bisa menampung 27 penumpang dan diawaki dua orang pilot. Heli memiliki volume ruang 23,5 meter kubik dengan ketinggian kabin 183 cm. Kemampuan bawa kargo internal mencapai 4 ton dan beban eksternal menggunakan sling hingga 5 ton.

Sobat setia AR, varian sipil AC313 ditawarkan sebagai heli trasportasi penumpang terutama untuk digunakan oleh perusahaan eksplorasi ladang migas. AC313 dapat pula dikembangkan sebagai heli VIP, evakuasi medis, SAR, dan pemadam kebakaran.

Avicopter juga mengembangkan varian militer yang menyandang kode Z-18. Heli ini ditunjuk sebagai pengganti helikopter angkut kelas medium  Z-8 buatan Harbin. Dikembangkan berdasarkan desain AC313 dengan fuselage bagian bawah yang dimodifikasi sehingga memiliki ruang internal yang lebih luas serta bagian kokpit juga didesain ulang.

Fitur tambahan lain di antaranya radar cuaca yang dipasang di hidung sehingga terlihat lebih menonjol. Juga tersedia menara untuk terrain avoidance radar dan electro-optical serta antena SATCOM yang diinstal di atas tail boom untuk komunikasi jarak jauh.

Perbandingan spesifikasi Avicopter AC313 VS AgustaWestland AW101:

AC313                                                                               AW101

Awak                      : 2 pilot                                              2 pilot

Penumpang          : 27 penumpang/14 tandu                30/16 tandu

Panjang                 : 23 m                                                 19,5 m

Tinggi                     : 7 m                                                   6.6 m

Diameter rotor       : 19 m                                                 18,5 m

MTOW                   : 13,8 ton                                           14,6 ton

Payload                  : 4 ton in/5 ton ex                           3 ton in/5.5 ton ex

Mesin                     : 3x WZ-6C turboshaft                   3x RTM322-01 turboshaft

Daya                       : 1.752 shp each                                2.100 shp each

Kecepatan maks.   : 336 km/jam                                    309 km/jam

Ketinggian maks.   : 8.000 m                                          4.575 m

Jangkaun               : 900 km                                            1.390 km

Endurance             : 4 jam                                                6 jam

Ops. temperatur    : -46 C s/d 50 derajat C                  -40 C s/d +50 derajat C

Karena Pratt & Whitney Canada tak memasok mesin untuk varian militer, sebagai gantinya Z-18 mengandalkan tiga mesin turboshaft buatan lokal yaitu WZ-6C. Mesin ini dikembangkan berdasar mesin Turbomeca Turmo 3C buatan Perancis yang sebelumnya dibuat berdasar lisensi.

Perlu dicatat bahwa versi komersial Avicopter AC313 yang didukung mesin PT6B-67A dapat mengembangkan daya masing-masing mencapai 1.940 shp. Sedangkan WZ-6C memiliki daya yang lebih rendah sekira 1.752 shp. Namun demikian, ini tak begitu besar pengaruhnya terhadap kehandalan kinerja dari Z-18.

Purwarupa Z-18 menjalani terbang perdana dari fasilitas produksi CAIC Jingdezhen pada 2010. Selanjutnya PLA (People’s Liberation Army) mulai mengevaluasi versi angkut militer serbaguna berkode Z-18A pada Desember 2014. Dikabarkan, pada Januari 2018 Z-18A sudah mulai resmi berdinas meski tak diketahui pasti berapa jumlah yang diakuisisi.

AVIC

PLA akan menggunakan Z-18A sebagai heli angkut pasukan dan material serta melakukan misi pencarian dan penyelamatan terbang di ketinggian rendah  dilengkapi 14 tandu plus petugas medis. Z-18A juga mampu memindahkan lewat udara howitzer ringan AH-4 kaliber 155 mm buatan NORINCO.

Sobat setia AR, sebagai lawan terdekat keluarga AC313/Z-18A adalah helikopter andal AW101 buatan AgustaWestland (kini Leonardo Helicopters) yang sama-sama mengadopsi tiga mesin. Sedikit yang menjadi kekurangan pada AC313/Z-18A adalah tak tersedianya pintu rampa buritan yang bisa digunakan untuk menaik-turunkan kendaraan taktis ringan dan palet kargo secara cepat.

Bila dikomparasi dalam angka (lihat box) spesifikasi mereka nyaris setara meski masing-masing memiliki plus-minusnya. Meski bukan hal mudah untuk beradu otot melawan AW101, namun seperti umumnya produk Cina memiliki senjata utama apalagi kalau bukan harga ‘miring’ untuk bersaing mengalahkan lawannya.

Rangga Baswara Sawiyya

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *