Terbanyak Gunakan 787, ANA Harus Rela Ganti Pesawat atau Tutup Sementara 113 Rute

Bloomberg

ANGKASAREVIEW.COM – Maskapai terbesar di Jepang, All Nippon Airways (ANA), harus rela menutup sementara 113 rute domestik atau mengganti pesawat Boeing 787 Dreamliner bermesin Trent 1000 Package B dengan pesawat lain pada rentang waktu 6-12 Juli 2018.

Hal itu berkaitan dengan perintah Badan Keselamatan Transportasi Jepang (JTSB) untuk memeriksa seluruh mesin Rolls-Royce Trent 1000 Package B yang digunakan pada Dreamliner masakapai ANA.

Perintah yang harus dilaksanakan tersebut telah dikeluarkan oleh JTSB pada 14 Juni lalu. Tidak hanya JTSB, perintah yang sama juga datang dari Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA) terhadap seluruh operator 787 di kawasan Eropa.

Sementara FAA pada 17 April telah lebih dulu mengeluarkan perintah yang sama terkait kelayakan dan keselamatan terbang, agar seluruh pengguna Dreamliner melakukan inspeksi ulang mesin Trent 1000 Package B.

Penyebabnya, pada mesin itu ditemukan indikasi korosi dan keretakan di bagian pangkal bilah-bilah kipas IPC (intermediate-pressure compressor). Korosi dan keretakan pada pangkal IPC mesin Trent 1000 Package B yang digunakan Dreamliner milik ANA ditemukan pertama kali pada awal 2016.

Pada periode waktu yang telah ditentukan untuk menjalani inspeksi itu, ANA akan melayani 316 jadwal penerbangan domestik menggunakan 787. Berarti, sepertiga dari rute tersebut terpaksa harus dihentikan sementara atau dilayani menggunakan pesawat lain. Berkaitan pula, hampir setengah dari jumlah armada 787 ANA menggunakan mesin Trent 1000 Package B.

ANA merupakan maskapai terbanyak memiliki Boeing 787, yaitu 64 unit terdiri dari 36 unit 787-8 dan 28 unit 787-9. Maskapai ini menjadi launch customer untuk Dreamliner dan pertama kali mengoperasikan 787-8 dalam layanan komersialnya pada 26 Oktober 2011.

Dengan adanya permasalahan ini ANA harus memeriksakan seluruh armada Dreamliner yang ditenagai mesin Trent 1000 Package B berikut mesin cadangan dan suku cadang terkait ke pusat pemeriksaan dan pemeliharaan untuk kemudian diuji ulang.

Sebelumnya pada beberapa bulan lalu, sejumlah maskapai pengguna Dreamliner juga mendapat perintah untuk menginspeksikan mesin Trent 1000 Package C terkait permasalahan yang sama.

Sementara itu Sobat AR, Rolls-Royce sebagai pihak produsen mesin Trent 1000 sejak indikasi kerusakan pada mesin itu diketahui, telah melakukan langkah-langkah berupa penyiapan teknisi esktra untuk menginspeksi dan mengganti komponen yang rusak.

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap konsumennya, tahun lalu saja Rolls-Royce telah mengeluarkan ekstra dana ‘technical provisions’ sebesar 35 juta dolar AS atas masalah yang menerpa pada mesin Trent 1000 Package B ini.

Roni Sontani

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *