Makin Perkasa, China Genjot Produksi Pesawat Angkut Y-20 Untuk PLAAF

XAC

ANGKASAREVIEW.COM – Baru-baru ini beredar di dunia maya sebuah citra hasil tangkapan satelit komersial tertanggal 12 Juni 2018. Citra tersebut menunjukkan bahwa produksi pesawat angkut Y-20 yang baru terus berlanjut di fasilitas pabrik Xian Aircraft Corporation pada tingkat yang tinggi.

Dalam citra satelit tersebut secara total terlihat sembilan pesawat Y-20 terparkir di depan gedung pabrik. Enam di antaranya adalah pesawat baru yang telah dicat dan beberapa lainnya masih belum terpasang mesinnya.

Sobat setia AR, sangat  beralasan memang bila Xian sedang mempercepat tingkat produksinya, karena kebutuhan dari AU Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) yang sangat tinggi. Dari sumber lokal menyatakan, PLAAF membutuhkan sekira 400 pesawa. Sementara sumber berita aviasi Jane’s menyebut militer China meminta sebanyak 1.000 unit.

Pesawat yang dinamai Kunpeng (burung mitos cerita rakyat China yang dapat terbang sejauh ribuan mil) ini dikembangkan sebagai pesawat angkut berat strategis yang menjadi padanan bagi Ilyushin Il-76-MD-90A dari Rusia dan sedikit lebih kecil dari Boeing C-17 Globemaster III buatan Amerika Serikat.

Istimewa

Pesawat yang mendapat julukan ‘Chubby Girl’ karena penampilan fisiknya tersebut, diawaki tiga orang yakni pilot, kopilot, dan juru muat (load master). Pesawat mampu membawa muatan hingga 66 ton, terbang dengan kecepatan jelajah 0,75 Mach, dan ketinggiaan terbang maksimum 13.000 m. Dengan muatan maksimum, jangkauannya 4.500 km. Sementara dengan muatan hanya 40 ton jangkaunnya sejauh 7.800 km.

Saat ini Y-20 masih terbang mengandalkan empat mesin turbofan buatan Rusia, Soloviev D-30KP-2 berkekuatan dorong 12 ton. Ke depannya Y-20 akan mendapatkan mesin baru WS-20 buatan lokal yang kini tengah digarap oleh pabrik  Shenyang. Mesin ini  dibuat bedasar mesin WS-10A yang memiliki gaya dorong lebih kuat hingga 14 ton.

Y-20 Kunpeng menjalani terbang perdana pada 2013. Pesawat seri produksi pertama bernomor 11051 mulai diserahkan kepada PLAAF pada 6 Juli 2016. Sementara pesawat kedua diserahkan setahun kemudian.

XAC

Dikabarkan, hingga 2018 sebanyak lima pesawat Y-20 telah dioperasikan oleh Resimen ke-12 Divisi Transportasi ke-4 Komando Teater Barat yang bersarang di Pangkalan Qionglai dekat Chengdu, Provinsi Sichuan, barat daya China.

Sobat AR, tercatat negara asing pertama yang akan mendapatkan Y-20 adalah Sri Lanka. Pembelian sebanyak dua unit dinyatakan langsung oleh Perdana Menteri Ranil Wickremasinge saat berkunjung ke China pada Desember 2016 dan dikutip South China Morning Post. 

Disebutkan, Sri Lanka akan membeli dua unit versi Y-20 serbaguna yang bisa dijadikan pesawat angkut penumpang, khususnya buat turis yang akan berwisata ke Sri Lanka. Namun tak disebutkan kapan negara pulau yang berada di Samudra Hindia ini akan menerima pesawatnya.

RANGGA BASWARA SAWIYYA

Bagikan ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!