Tak Cukup 12 P-8A Poseidon, Australia Beli 6 MQ-4C Triton untuk Perkuatan Patroli Maritim

Max Blenkin

ANGKASAREVIEW.COM – Perkuatan armada pengawasan dan serang maritim menjadi salah satu agenda penting Negeri Kanguru untuk mengamankan wilayah lautannya. Selain mengakuisisi 12 pesawat maritim multimisi (MMA) P-8A Poseidon untuk Angkatan Udara Australia (RAAF), Canberra juga segera merealisasikan rencana lama membeli enam pesawat patroli tak berawak MQ-4C Triton buatan Northrop Grumman sebagai komplemen P-8A.

Australia tampak mengedepankan paradigma bahwa untuk penguasaan maritim perlu didukung kekuatan udara yang mumpuni.

Kerja sama antara RAAF dengan Angkatan Laut Amerika Serikat (USN) dibangun guna pengoperasian MQ-4C. Maklum, matra laut Militer Paman Sam adalah pengguna pertama dan utama Triton.

Untuk tahap pertama, Canberra telah mengalokasikan anggaran sebesar 1,4 miliar dolar Australia atau setara 1 miliar dolar AS untuk pembelian satu unit Triton plus 200 juta dolar Australia untuk program pengembangan dengan USN.

Info penerbangan sipil: Pensiunkan Seluruh 747 Tahun 2020, Qantas Tambah Pesanan 6 Dreamliner

Perdana Menteri Australia Malcom Turnbull dikutip Australian Aviation menyatakan, armada Triton dibeli guna melengkapi kekuatan Poseidon. Pesawat nirawak ini mampu menjalankan misi pengawasan, intelijen udara, maupun pengintaian jarak jauh.

“P-8A dan MQ-4C akan menjalankan misi terpadu dan meningkatkan kapabilitas perang antikapal selam serta penyerangan laut. Prioritas utama kami adalah membuat warga Australia aman melalui penjagaan di wilayah perbatasan lautan,” ujar Turnbull.

Selain membeli MQ-4C berikut perlengkapan dan paket pelatihannya, Canberra juga mencairkan anggaran 364 juta dolar Australia untuk membangun fasilitas baru di Pangkalan RAAF Edinburgh dan RAAF Tindal. Di kedua tempat ini dibangun fasilitas sistem kontrol, dukungan darat, pengoperasian, serta tempat pelatihan kru MQ-4C.

Chad Slatter

Triton dapat terbang hingga ketinggian 50.000 kaki dengan lama terbang mencapai 24 jam. Tidak hanya beroperasi di dalam negeri, MUAS (maritime unmanned aerial systems) ini bisa dikirim guna melakukan pemantauan ke wilayah lain.

Bila diterbangkan dari Tindal, Triton bisa melaksanakan misi hingga ke Laut China Selatan. Sementara bila terbang dari Edinburg maka MUAS berdimensi panjang14,5 m dan bentang sayap 39,9 m ini bisa mencakup seluruh wilayah pesisir Antartika Australia.

Untuk P-8A, RAAF dilengkapi 12 unit pesawat berawak buatan Boeing itu di mana tujuh di antaranya telah dioperasikan. Lima sisanya akan selesai diterima RAAF pada 2022.

Sementara untuk keenam MQ-4C Triton, dijadwalkan drone berukuran jumbo ini akan menjalani operasi awal pada 2023 dan berdinas secara penuh di RAAF paling lambat pada akhir 2025.

(RON)

Bagikan ini :

2 Responses to Tak Cukup 12 P-8A Poseidon, Australia Beli 6 MQ-4C Triton untuk Perkuatan Patroli Maritim

  1. Ichwan NF berkata:

    Australia punya radar OTH yang baik di Tindalle, tapi sptnya mereka kurang percaya diri sehingga sampai membeli beberapa 12 unit P8A dan 6 unit MQ4C. Atau mungkin OTH Tindalle yang mmg tidak secanggih yang kita bayangkan? entahlah ,,,

    • Alumni Monas University berkata:

      Jindalee tidak beroperasi 24 jam nonstop om, karena konsumsi listrik nya sangat besar. Dan diapun lebih difungsikan sbg radar peringatan dini….kalo soal resolusi citra radarnya masih kalah andal lawan radar non-OTH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!