Rahasia Kehebatan Pasukan SAS (Bagian 2)

Istimewa

ANGKASAREVIEW.COM – Pada artikel sebelumnya sempat dibahas salah satu tugas utama SAS adalah menyusup ke garis pertahanan lawan. Selain mencari informasi mengenai kekuatan, jumlah pasukan, dan posisi markas lawan, dalam misi penyusupan ini terkadang SAS menangkap dan menculik lawan. Fungsinya untuk memperoleh informasi lebih mendetail tentang musuh yang dihadapi.

Misi tersebut sangatlah berbahaya dan penuh risiko. Namun demikian, harus dilakukan demi mendapatkan informasi yang akurat.

Permasalahannya, musuh yang berhasil ditawan atau diculik pun tentu tidak akan dengan mudah mengungkapkan informasi yang dimilikinya. Sehingga, dibutuhkan teknik interograsi untuk mengorek informasi.

Biasanya, interograsi awal bersifat sangat kasar dan menanyakan pertanyaan seadaanya. Teknik ini digunakan untuk memutuskan apakah tawanan tersebut layak dikirim ke interogator yang lebih profesional atau tidak.

SAS menerapkan dua bentuk teknik interogasi, pertanyaan taktis dan wawancara mendetail.

Baca juga: Hadapi Terorisme, RI-Yordania Jalin Kerja Sama Pasukan Khusus

Pertanyaan taktis lebih kepada pertanyaan soal pangkat, nama, dan asal kesatuan. Sedangkan wawancara mendetail lebih menekankan pada informasi intel yang tawanan ketahui seperti rencana penyerangan musuh dan strategi pertahanan.

Intrograsi biasanya menyertakan beberapa teknik penyiksaan agar tawanan mau mengungkapkan informasi yang ia ketahui.

Salah satu teknik penyiksaan adalah mengurangi waktu tidur tawanan, membuat disorientasi waktu, penelanjangan, pelecehan seksual, dibuat kedinginan, dan tidak diberi makan serta minum. Hal ini bisa saja terjadi walau sudah dilarang dalam Konvensi PBB di Jenewa, Swiss.

Terhadap para personelnya, SAS mengajarkan teknik-teknik bagaimana menghadapi interogasi yang dilakukan oleh musuh, sehingga informasi penting tetap bisa ditutup rapat-rapat .

(RND)

Bagikan ini :

One Response to Rahasia Kehebatan Pasukan SAS (Bagian 2)

  1. Djaja sutamihardja berkata:

    Saat ini pasukan elit Kopassus indonesia sudah menggeser pasukan elit SAS inggris, di luar apa sama atau melampaui pengalaman tempur lapangan regional maupun international, penulis berharap Kopassus dilengkapi kemampuan dan peralatan beladiri tempur,demolisi, sabotage, infiltrasi, komunikasi, teknik praktis, elektronika, interograsi skill, simple program komputer, individual medical and survive,intelejen tempur dan sosiologi kemasyarakatan, semua kemampuan untuk suatu pasukan khusus yang medan operasinya di garis belakang pertahanan musuh penulis yakin hal 2 tersebut sudah di terapkan pada setiap pasukan komando, khususnya Kopassus, Denjaka dan Denbravo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *