Fri. Jul 19th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

Bahrain Gelontorkan 1 Miliar Dolar untuk F-16 Viper

2 min read
F-16Frank Noort

ANGKASAREVIEW.COM – Setelah Mei lalu kongres AS meloloskan izin penjualan F-16 Viper Block 70 ke Bahrain, akhirnya pemerintah Bahrain secara resmi menandatangani kontrak pemesanan kepada Lockheed Martin sebagai pabrikan F-16.

Nilai kontrak pemesanan itu dikabarkan mencapai 1,1 miliar dolar AS untuk memproduksi 16 pesawat tempur F-16 Viper Block 70. Menurut rilis resmi Departemen Pertahanan AS, Bahrain mengharapkan seluruh pesanannya akan selesai tanggal 30 September 2023, mundur dua tahun dari target awal.

Penjualan F-16 Viper dan peralatan terkait ke Bahrain pertama kali disetujui oleh Departemen Luar Negeri AS pada tahun 2016 selama pemerintahan Obama tetapi tertunda karena masalah hak asasi manusia. Presiden Donald Trump menjatuhkan kondisi hak asasi manusia kepada Bahrain tahun lalu.

Baca juga:
Akan Terima F-16 Block 70 Tahun 2021, Bahrain Juga Ajukan Pembelian 3.200 Bom
Gelar Latihan Antisipasi Invasi China, F-16 Taiwan Jatuh dan Tewaskan Pilot

Departemen Luar Negeri kemudian menyetujui penjualan 19 pesawat senilai $ 2,78 miliar, dan $ 1,1 miliar lainnya untuk meningkatkan armada yang ada di Bahrain sebesar 20 F-16 ke konfigurasi Viper pada September 2017. Penjualan yang diusulkan juga termasuk peralatan dan dukungan tambahan.

Pesanan Bahrain ini menjadi bukti bahwa minat dunia internasional pada pesawat tempur generasi keempat yang pertama kali terbang pada tahun 1974 tetap tinggi.

Pada bulan April lalu, Yunani mengumumkan akan meningkatkan 85 armadanya pesawat F-16 ke konfigurasi Viper. Di bulan yang sama, Departemen Luar Negeri AS juga menyetujui penjualan 14 F-16 Viper ke Slovakia.

Selain memborong F-16, pada April lalu Bahrain juga dikabarkan telah membeli 12 unit heli serang AH-1Z. Total nilai kontak tercatat mencapai 911 juta dolar AS. Harga itu sudah termasuk rudal udara-ke-permukaan Hellfire yang dipandu oleh AGM-114, dan Precision Kill Weapon System II.

Pada bulan Desember, Bahrain termasuk di antara sepuluh pelanggan asing untuk Rudal Tingkat Tinggi Udara-ke-Udara Raytheon (AMRAAM).

(IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *